Nasional

Mensos: Siswa Sekolah Rakyat Harus Lebih Sehat dan Percaya Diri Sekarang Juga!

Jakarta, Maret.id — Menteri Sosial (Mensos) RI, Saifullah Yusuf, mengumumkan bahwa program Sekolah Rakyat yang telah berjalan hampir 11 bulan menunjukkan kemajuan yang signifikan. Selain peningkatan kemampuan akademik, siswa juga mengalami perkembangan positif dalam kesehatan, kedisiplinan, dan karakter.

Pemantauan Berkala Program Sekolah Rakyat

Saifullah Yusuf mengungkapkan hasil pemantauan yang dilakukan bersama Wakil Menteri Sosial mengindikasikan bahwa proses pembelajaran di beberapa Sekolah Rakyat berjalan dengan baik. “Kami sudah berkeliling ke berbagai daerah untuk memantau perkembangan program ini, dan secara umum, pembelajaran telah berjalan baik, dengan banyak siswa yang berhasil berprestasi di sejumlah bidang,” jelasnya pada konferensi pers di Jakarta.

Berdasarkan keterangan Gus Ipul, sapaan akrabnya, terlihat adanya perubahan yang mencolok dalam kondisi fisik dan mental siswa. “Mereka kini lebih bugar, lebih sehat, lebih disiplin, dan memiliki rasa percaya diri yang lebih baik dibanding sebelumnya,” tambahnya.

Wawancara dengan Orang Tua Siswa

Gus Ipul juga mengungkapkan bahwa pihaknya mendapat umpan balik positif dari orang tua siswa yang merasakan dampak baik dari program ini. Banyak orang tua melaporkan perubahan perilaku anak-anak mereka setelah mengikuti Sekolah Rakyat.

Para siswa kini dilaporkan lebih tenang saat di rumah, aktif membantu orang tua, dan menunjukkan peningkatan dalam ibadah serta karakter yang lebih baik. “Ini adalah perkembangan yang sangat menggembirakan bagi kami,” ujarnya.

Target dan Rencana Kedepan Sekolah Rakyat

Sebagai informasi, Kemensos menyatakan bahwa hingga awal Juni 2026, lebih dari 42 ribu anak telah terdaftar sebagai calon siswa Sekolah Rakyat. Angka ini melampaui kapasitas awal yang diharapkan sebesar 32.640 kursi di seluruh Indonesia.

Pemerintah juga telah merencanakan pelaksanaan 93 Sekolah Rakyat permanen pada tahun ajaran 2026/2027. Dari semua sekolah itu, 69 ditargetkan rampung pada Juni 2026, sementara sisanya akan beroperasi sebagai sekolah fungsional dengan fasilitas pembelajaran dan asrama.

Gus Ipul menambahkan bahwa Kemensos akan mengadakan kegiatan Open House untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat melihat langsung aktivitas pembelajaran di Sekolah Rakyat. Kegiatan ini direncanakan akan berlangsung pada bulan Juli hingga Agustus 2026.

“Kami mengundang berbagai tokoh nasional dan daerah, penggiat pendidikan, organisasi masyarakat, pemuda, serta aktivis perempuan untuk menyaksikan langsung kegiatan pembelajaran ini,” ujarnya.

Melalui Open House, pemerintah berharap masyarakat dapat memahami lebih dalam tentang proses pembelajaran di Sekolah Rakyat. Diharapkan juga, program ini dapat memperkuat dukungan publik terhadap upaya peningkatan akses pendidikan bagi keluarga yang kurang mampu serta keluarga yang mengalami kemiskinan ekstrem.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button