Lokal

Gotong Royong Mendorong Pendidikan Berkualitas di Kota Malang

Malang, Maret.id — Pemerintah Kota Malang menunjukkan semangat gotong royong yang signifikan dalam dunia pendidikan. Kolaborasi antara pemerintah, sekolah, guru, dan orang tua dinilai sebagai pilar penting yang mendorong peningkatan mutu pendidikan di kota ini.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana, pada acara Tasyakuran Siswa Siswi Kelas VI SDN Lowokwaru 3 untuk Tahun Ajaran 2025-2026. Acara yang mengusung tema “Merajut Asa, Meraih Prestasi” tersebut dihadiri oleh para siswa, orang tua, guru, dan komite sekolah pada Rabu, 7 Juni 2026.

Peran Kolaborasi dalam Pendidikan

Suwarjana menekankan bahwa budaya gotong royong yang berkembang di sektor pendidikan Kota Malang berkontribusi besar bagi keberhasilan akademik. “Alhamdulillah, gotong royong di Kota Malang sangat luar biasa. Dukungan para guru dan orang tua pada program pendidikan sangat membantu,” ujarnya.

Dijelaskannya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh faktor internal sekolah. Keterlibatan keluarga sangat penting, terutama karena anak-anak menghabiskan banyak waktu di rumah. Oleh karena itu, Suwarjana mengajak orang tua untuk aktif mendampingi anak-anak mereka dalam berbagai aktivitas sehari-hari.

Pentingnya Pendampingan Orang Tua

“Pendampingan tidak hanya berarti mengantar dan menjemput anak dari sekolah. Orang tua juga perlu hadir ketika anak berada di luar lingkungan sekolah,” tambahnya. Hal ini menunjukkan pentingnya keterlibatan orang tua dalam pendidikan karakter dan pembentukan perilaku positif anak.

Melihat betapa vitalnya dukungan orang tua, Suwarjana berharap kolaborasi ini dapat terus berkembang. Ke depannya, diharapkan masyarakat akan semakin menyadari bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan peran aktif keluarga dan komunitas.

Penghargaan untuk Siswa Berprestasi

Pada acara yang sama, sejumlah penghargaan diberikan kepada siswa berprestasi di SDN Lowokwaru 3. Beberapa kategori penghargaan termasuk nilai tertinggi dalam Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia.

Untuk Matematika, siswa berprestasi yang mendapat penghargaan adalah Chalisa Adelle Salsabila, Sahrul Romadon, dan Alverreli Laksmana Djatmiko. Sementara untuk Bahasa Indonesia, siswa berprestasi antara lain Kim Zheira Jaden dan Cahaya Cinta Az-zahra.

Selanjutnya, terdapat penghargaan untuk nilai rata-rata TKA tertinggi, dimana Kim Zheira Jaden sekali lagi meraih penghargaan, diikuti oleh beberapa siswa lainnya. Tak hanya prestasi akademik, penghargaan juga diberikan kepada siswa berkarakter dan berprestasi serta prestasi non-akademik, melibatkan lebih banyak siswa dalam berbagai bidang.

Kesimpulan

Pencapaian pendidikan di Kota Malang mencerminkan sinergi yang kuat antara semua elemen masyarakat. Budaya gotong royong yang terjalin diharapkan dapat berlanjut, sehingga tercipta lingkungan belajar yang semakin kondusif. Dengan dukungan dari orang tua, ditambah dengan komitmen dari pemerintah dan pihak sekolah, masa depan pendidikan di Kota Malang tampak cerah dan menjanjikan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button