Permintaan Genteng Meningkat Pesat Berkat Program Gentengisasi di Majalengka

Majalengka, Maret.id — Penjualan genteng di Majalengka, Jawa Barat, mengalami lonjakan signifikan setelah Presiden Prabowo Subianto meluncurkan Program Gentengisasi. Inisiatif ini tidak hanya berdampak positif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tetapi juga berhasil membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat.
Peningkatan Permintaan Genteng
Pemilik usaha genteng Sinar Mas Raya, Juanda, menjelaskan bahwa usaha gentengnya yang sempat lesu selama satu dekade terakhir kini mengalami kebangkitan. Sebelumnya, ia mengalami kesulitan untuk menjual antara 6.000 hingga 8.000 genteng per minggu. Kini, berkat Program Gentengisasi, penjualannya meroket menjadi hingga 15.000 genteng.
“Dampak kebijakan Bapak Presiden dengan adanya program Gentengisasi itu besar sekali,” ujar Juanda. Dia mengungkapkan bahwa sebelum kebijakan ini, bisnis genteng mengalami masa-masa sulit, dengan pemasaran yang lesu dan banyak pekerja yang terpaksa dirumahkan.
Dampak Proyek Renovasi
Kenaikan permintaan genteng juga berkaitan erat dengan program pemerintah, seperti renovasi dalam Program Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni). Program ini menyediakan rumah layak tinggal bagi masyarakat dan turut meningkatkan kebutuhan genteng. Juanda menyebutkan bahwa ia kini memasok genteng ke berbagai daerah, termasuk Bandung, Jakarta, dan wilayah di Jawa Tengah serta Jawa Timur.
Melihat tingginya kebutuhan akan genteng, Juanda memutuskan untuk meningkatkan kapasitas produksinya. Ia menambah mesin dari dua menjadi enam unit dan berencana merekrut lebih banyak tenaga kerja. “Masyarakat sekitar yang tadinya banyak diliburkan, malah sekarang pabrik kewalahan mencari tenaga kerja,” tuturnya.
Menciptakan Peluang Kerja
Dengan ukuran karyawan saat ini yang mencapai 70 orang, Juanda masih memerlukan tambahan 20 karyawan baru. Menariknya, banyak pekerja genteng yang berasal dari kalangan petani dan ibu rumah tangga, yang dengan senang hati membagi waktu antara bekerja di pabrik dan mengurus ladang.
“Setelah pagi bekerja buat genteng, lalu siang bisa ke kebun atau mencari rumput untuk kambing,” jelas Juanda. Hal ini menunjukkan bahwa Program Gentengisasi tidak hanya meningkatkan pendapatan tetapi juga membantu masyarakat memanfaatkan waktu mereka secara produktif.
Juanda juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Presiden Prabowo Subianto atas kebijakan yang dirasakan manfaatnya hingga saat ini. “Kami banyak berterima kasih atas kebijakan ini, baik secara nasional maupun tindakan yang dilakukan oleh Kementerian Perumahan,” tambahnya. Dampak dari program ini sangat positif dan langsung terasa bagi pelaku UMKM serta masyarakat setempat.
Kesimpulan
Program Gentengisasi yang digaungkan oleh pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto telah membuktikan efektivitasnya. Inisiatif ini memberikan harapan baru bagi para pelaku usaha lokal di Majalengka serta menyokong pertumbuhan ekonomi regional. Di tengah tantangan yang dihadapi dalam sektor UMKM, langkah-langkah strategis seperti ini menjadi kunci pemulihan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
