Nasional

DPR: Pengabdian Eks KSAL TNI Achmad Sutjipto Harus Jadi Teladan!

Jakarta, Maret.id — Mantan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Purnawirawan Achmad Sutjipto meninggal dunia pada Kamis, 18 Juni 2026, di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan. Beliau disemayamkan di kediamannya yang terletak di Jalan Gading 10 Blok D No. 45, Kodamar, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Penghormatan Terakhir di Taman Makam Pahlawan

Jenazah Achmad Sutjipto dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata. Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menyampaikan ucapan duka cita atas wafatnya Laksamana TNI Purnawirawan Sutjipto yang meninggal dalam usia 81 tahun.

“Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi masa duka ini,” ujar Dave kepada wartawan. Menurut Dave, Sutjipto merupakan salah satu putra terbaik bangsa yang telah mendedikasikan hidupnya untuk pengabdian kepada negara melalui TNI Angkatan Laut.

Warisan Pengabdian yang Tak Terlupakan

Selama masa pengabdiannya, Sutjipto dikenal sebagai prajurit yang menjunjung tinggi profesionalisme, integritas, dan komitmen terhadap kepentingan bangsa dan negara. “Kontribusi yang telah beliau berikan menjadi bagian penting dalam perkembangan kekuatan pertahanan nasional, terutama di lingkungan TNI Angkatan Laut,” lanjutnya.

Kepergian Sutjipto dirasakan sebagai kehilangan yang mendalam bagi keluarga besar TNI, dunia kemaritiman Indonesia, serta bangsa secara keseluruhan. “Nilai-nilai pengabdian, kepemimpinan, dan keteladanan yang ditinggalkan almarhum akan tetap menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam menjaga kedaulatan dan kepentingan nasional,” tambah Dave.

Jejak Karir yang Gemilang

Achmad Sutjipto lahir pada 12 Mei 1945 dan merupakan purnawirawan perwira tinggi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL). Karirnya yang cemerlang dimulai setelah ia lulus dari Akademi Angkatan Laut pada tahun 1969 dengan pangkat letnan dua.

Sutjipto menjalani berbagai penugasan sebagai Perwira Pertama (Pama) dan terus berkembang hingga mencapai pangkat Perwira Menengah (Pamen). Ia melanjutkan pendidikan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) pada tahun 1986. Setelah itu, ia dipercaya menjadi komandan di beberapa kapal perang TNI Angkatan Laut dari tahun 1989 hingga 1991.

Pada tahun 1995, beliau dipromosikan menjadi Kepala Staf Komando Armada RI Kawasan Timur (Kas Armatim) dan meningkatkan pangkatnya menjadi laksamana pertama. Pada Maret 1996, ia mendapatkan promosi jabatan dan pangkat menjadi Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar).

Selama kurang lebih dua tahun menjabat sebagai Pangarmabar, Sutjipto dimutasi ke Markas Besar TNI Angkatan Laut sebagai Asisten Perencanaan dan Anggaran Kepala Staf Angkatan Laut (Asrena Kasal). Penghormatan terhadap kemampuannya membawanya menjadi Komandan Jenderal Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Danjen Akabri) pada tahun 1998.

Pangkatnya kembali meningkat menjadi laksamana madya pada tahun 1999 ketika ia diangkat sebagai Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut. Ia juga menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) untuk waktu yang hampir mencapai 14 bulan hingga 9 Oktober 2000 sebelum akhirnya pensiun.

Setelah pensiun dari dinas kemiliteran dengan pangkat terakhir laksamana, Sutjipto menjabat sebagai Komisaris Utama dan Komisaris Independen di PT Transcoal Pacific Tbk. Ia meninggalkan warisan pengabdian yang akan selalu dikenang di tanah air.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button