PERKUAT PENGAWASAN LAUT SELATAN! BAKAMLA AKAN BANGUN STASIUN PEMANTAUAN MARITIM!

Jakarta, Maret.id — Badan Keamanan Laut (Bakamla) Republik Indonesia telah mengumumkan rencana pembangunan stasiun pemantauan maritim di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pembangunan ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat sistem keamanan maritim nasional.
Pentingnya Stasiun Pemantauan Maritim
Kepala Bakamla RI, Irvansyah, menyebutkan bahwa stasiun pemantauan maritim ini akan dilengkapi dengan teknologi radar over the horizon. Teknologi ini memungkinkan pengawasan yang lebih luas dan efektif pada perairan sekitar.
Menurut Irvansyah, stasiun tersebut akan terhubung langsung dengan empat Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal) yang dimiliki oleh Bakamla. Dengan adanya integrasi ini, diharapkan pengawasan maritim akan menjadi lebih efektif dan responsif terhadap berbagai potensi ancaman.
Program National Maritime Security System
Pembangunan stasiun pemantauan maritim di DIY adalah bagian dari program National Maritime Security System (NMSS) yang sedang dikembangkan oleh Bakamla. Rencananya, sebanyak 35 stasiun pemantauan akan dibangun di berbagai wilayah Indonesia.
Seluruh stasiun pemantauan ini dirancang untuk terhubung dengan sistem komando Bakamla dan dapat berkolaborasi dengan berbagai instansi pemerintah yang memiliki kewenangan di bidang kelautan. Hal ini bertujuan untuk mempercepat pertukaran informasi dan meningkatkan efektivitas pengawasan terhadap wilayah perairan nasional secara real-time.
Peran Masyarakat Lokal
Selain itu, Bakamla juga berencana memberdayakan masyarakat sekitar dengan melibatkan warga lokal sebagai pengawak stasiun pemantauan. Upaya ini dianggap penting untuk membawa manfaat bagi masyarakat setempat serta mendukung keberlanjutan operasional fasilitas tersebut.
Irvansyah menyatakan bahwa posisi strategis DIY di Pulau Jawa menjadikan kawasan Laut Selatan sebagai wilayah yang sangat penting untuk diawasi, terutama dalam konteks keamanan maritim nasional. Pembangunan stasiun pemantauan ini juga diharapkan dapat membantu mitigasi berbagai potensi ancaman keamanan di masa mendatang.
Menanggapi rencana ini, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menyambut positif dan menegaskan pentingnya keberadaan fasilitas tersebut untuk mendukung pengawasan kawasan perairan selatan DIY. Ia menyatakan, “Kalau saya tidak keberatan, karena bagi saya itu juga penting untuk berada di selatan. Nanti akan dilihat kebutuhan yang diperlukan, tetapi kami belum membahas sampai ke tahap itu.”
Diharapkan dengan adanya stasiun pemantauan ini, keamanan dan keselamatan di wilayah maritim dapat ditingkatkan, serta kolaborasi antara lembaga pemerintah dan masyarakat dapat terjalin dengan baik.



