Lokal

BPDB Bekasi Salurkan 65.000 Liter Air Bersih untuk Korban Kekeringan

Bekasi, Maret.id — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi telah mengerahkan upayanya untuk membantu warga yang terdampak kekeringan dengan mendistribusikan sebanyak 65.000 liter air bersih. Proses distribusi ini dilaksanakan dari tanggal 9 hingga 17 Juni 2026, dan menyasar dua desa di wilayah tersebut.

Dua Desa Menerima Bantuan

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, menjelaskan bahwa distribusi air bersih difokuskan pada Desa Ridogalih di Kecamatan Cibarusah dan Desa Nagasari di Kecamatan Serang Baru. Ini merupakan langkah cepat dalam menanggapi kebutuhan mendesak masyarakat akibat kondisi kekeringan yang melanda daerah tersebut.

Dodi menambahkan bahwa BPBD melakukan penyaluran berdasarkan tingkat kebutuhan di lapangan. Selain itu, mereka juga menjalankan pemantauan rutin untuk memastikan ketersediaan air bersih tetap terjaga. “Jumlah penerima manfaat mencapai 999 kepala keluarga, dan kami berkomitmen untuk terus menyalurkan bantuan selama ada yang membutuhkan,” ujar Dodi pada konferensi pers, Kamis, 18 Juni 2026.

Upaya Berkelanjutan

BPBD telah menyiapkan protokol untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses bantuan air bersih. Masyarakat yang memerlukan bantuan bisa menghubungi BPBD melalui call center atau mengonsultasikannya dengan pemerintah desa setempat. “Penting bagi warga untuk melapor ketika persediaan air mulai menipis dalam satu hingga dua hari. Kami siap berkoordinasi dengan pihak desa untuk proses permohonan agar distribusi dapat dilakukan cepat,” jelasnya.

Demi kelancaran distribusi, BPBD melibatkan delapan unit mobil tangki air dan tim petugas yang siap siaga. Mereka bertugas untuk membawa air bersih ke lokasi-lokasi yang telah ditentukan.

Tantangan di Lapangan

Meski demikian, Dodi mengakui adanya tantangan yang harus dihadapi dalam proses distribusi. Beberapa daerah yang terkena dampak kekeringan terletak di perbukitan dengan akses jalan yang sulit dilalui oleh kendaraan besar. “Kami mengimbau masyarakat untuk menyiapkan bak penampungan air berkapasitas besar di lokasi strategis yang mudah dijangkau mobil tangki, seperti di masjid, mushola, atau fasilitas umum lainnya,” katanya.

Situasi kekeringan yang melanda Kabupaten Bekasi ini menjadi perhatian serius, terutama menjelang musim kemarau. BPBD berkomitmen untuk terus memberikan bantuan dan mendukung masyarakat dalam menghadapi tantangan akibat perubahan iklim. Ke depannya, koordinasi antara BPBD, masyarakat, dan pemerintah desa sangat penting untuk memastikan setiap warga mendapatkan akses air bersih yang memadai.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button