Prabowo Desak Himbara Jadikan Uang Rp1.100 Triliun untuk Penggerak Ekonomi dan UMKM!

Jakarta, Maret.id — Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan kepada jajaran direksi dan komisaris Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk memperkuat akses layanan ekonomi bagi masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, usai mengikuti pertemuan yang melibatkan pimpinan lima bank anggota Himbara, yakni Bank Mandiri, BRI, BNI, BSI, dan BTN.
Dalam keterangannya, Rosan menegaskan bahwa arahan dari Presiden Prabowo tidak hanya berfokus pada pencapaian keuntungan, tetapi juga pada peran aktif bank dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Mengingat kapitalisasi pasar gabungan seluruh bank Himbara mencapai sekitar Rp1.100 triliun, hal ini mencerminkan sekitar 10 persen dari total nilai seluruh perusahaan nasional.
Peran Strategis Himbara
Rosan lebih lanjut menjelaskan bahwa nilai masing-masing bank di dalam Himbara cukup signifikan, dengan Bank Mandiri berada di kisaran Rp450 triliun dan BNI sedikit lebih tinggi dari angka tersebut. “Kami harapkan bank Himbara tidak hanya beroperasi sebagai entitas bisnis, tetapi juga memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat dengan memberi kesempatan yang sama, terutama bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM),” jelasnya.
Dalam konteks ini, Rosan menegaskan bahwa penting bagi perbankan untuk tidak hanya mengejar laba, tetapi juga untuk merasakan kehadirannya di tengah masyarakat. Dengan demikian, Himbara dapat berperan sebagai mitra untuk pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan.
Asas Kehati-hatian dan Profesionalitas
Rosan juga menggarisbawahi bahwa dalam menjalankan tugasnya, bank Himbara harus mematuhi asas kehati-hatian dan profesionalisme. Hal ini dimaksudkan agar setiap kebijakan yang diambil dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat. “Masyarakat harus merasakan keuntungan dari keberadaan bank Himbara dengan adanya kesempatan yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat,” tuturnya.
Semua kebijakan yang diambil juga diharapkan dapat mendukung program pemerintah dengan memperhatikan prinsip-prinsip kehati-hatian. Dengan demikian, bank-bank ini dapat berperan secara maksimal dalam mendukung perekonomian nasional.
Sentimen Positif dari Harga Minyak Dunia
Terkait dengan kondisi harga minyak dunia, Rosan menilai bahwa penurunan harga tersebut mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian Indonesia. Turunnya harga minyak diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat serta mendorong pertumbuhan sektor-sektor lain yang berhubungan dengan konsumsi.
Rosan menekankan perlunya konsistensi dalam kebijakan ekonomi guna menjaga stabilitas dan memperkuat fundamental perekonomian nasional. “Kondisi harga minyak yang lebih rendah seharusnya bisa menjadi kesempatan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan merata,” pungkasnya.
Dengan perhatian Presiden Prabowo dan upaya bank Himbara untuk memberikan akses layanan yang lebih baik, diharapkan dapat tercipta sinergi yang positif bagi perekonomian Indonesia ke depan.





