PP IKALUIN Jakarta Gelar Award 2026 untuk Apresiasi Kinerja Terbaik!

Jakarta, Maret.id — Ajang penghargaan bergengsi IKALUIN Award ke-3 resmi dibuka dengan tema “Inspiring Legacy, Empowering Nation”. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada para alumni yang telah memberikan kontribusi signifikan untuk masyarakat dan bangsa.
Penyingkapan Makna Penghargaan
Ketua Umum PP IKALUIN Jakarta, Dr TB Ace Hasan Syadzily, menekankan bahwa penghargaan ini menjadi pengakuan bagi alumni dari berbagai generasi, mulai dari era ADIA, IAIN, hingga UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. “Alumni UIN Jakarta telah berkontribusi di berbagai sektor penting, termasuk pendidikan, pemikiran keagamaan, pemberdayaan masyarakat, pemerintahan, kebudayaan, dan forum internasional,” tutur Ace Hasan Syadzily pada Kamis, 18 Juni 2026.
Ace, yang juga menjabat sebagai Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI), menuturkan bahwa IKALUIN Award lebih dari sekedar sebuah perayaan. “Ini adalah momen penting untuk memperkuat jaringan dan meneguhkan kontribusi alumni dalam kemajuan peradaban,” tegasnya, menambahkan bahwa nilai-nilai luhur seperti keislaman, keilmuan, dan kemanusiaan menjadi fondasi bagi pengabdian alumni UIN Jakarta.
Target Utama dan Matrik Penghargaan
Ketua Harian PP IKALUIN Jakarta, Badrusalam, mengungkapkan enam target utama dari penyelenggaraan ajang ini. Target tersebut mencakup pengembangan figur teladan baru, pendokumentasian kiprah alumni lintas sektor, serta meningkatkan reputasi UIN Jakarta di tingkat internasional. “Kegiatan ini didasarkan pada integritas, moderasi, toleransi, dan profesionalisme dalam pengabdian nyata kepada masyarakat,” jelas Badrusalam.
Ketua Panitia Pelaksana IKALUIN Award 2026, Dr Rahmat Hidayatullah, menambahkan bahwa penghargaan tahun ini akan dibagi ke dalam sembilan kategori utama. Kategori tersebut meliputi Pemberdayaan Masyarakat, Pendidikan, Politik dan Tata Kelola Pemerintahan, Hukum dan HAM, dan kategori khusus seperti Lifetime Achievement Award serta Young Hero, yang mengedepankan anak muda berpengaruh.
Proses Seleksi yang Ketat
Proses seleksi penghargaan kali ini berlangsung dengan ketat. Rahmat menjelaskan bahwa sejak dibukanya nominasi pada 20 April hingga 5 Juni 2026, panitia menerima ratusan usulan dari masyarakat dan jaringan alumni di seluruh Indonesia. “Seluruh usulan disaring melalui proses verifikasi berlapis, kurasi panel ahli, dan penilaian akhir oleh Dewan Juri untuk memastikan objektivitas dan rekam jejak kandidat,” ungkapnya.
Tensi sidang pleno Dewan Juri cukup dinamis dan alot karena para kandidat memiliki kualitas yang setara. “Kandidat yang berhasil lolos ke tahap akhir adalah para tokoh dengan rekam jejak dan prestasi yang sangat kuat, baik di tingkat nasional maupun internasional,” pungkas Rahmat.





