Said Abdullah Tegaskan PDIP Pilih Jadi Partai Penyeimbang, Bukan Oposisi Prabowo hingga 2029!

Jakarta, Maret.id — Ketua DPP PDI Perjuangan, Said Abdullah, menyatakan bahwa partainya berkomitmen untuk berperan sebagai penyeimbang dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan ini merupakan hasil dari keputusan yang diambil dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) partai.
Posisi PDI Perjuangan sebagai Partai Penyeimbang
Said menjelaskan bahwa sikap ini bukan sekadar bentuk oposisi, melainkan upaya untuk memberikan dukungan pada kebijakan pemerintah yang dirasakan positif bagi masyarakat. Di sisi lain, PDI Perjuangan juga akan memberikan kritik yang membangun terhadap kebijakan yang dianggap kurang tepat.
Dalam keterangannya, Said menegaskan bahwa sikap yang diambil oleh PDI Perjuangan adalah untuk kepentingan rakyat. “Kebijakan-kebijakan yang baik bagi rakyat akan mendapatkan dukungan kami hingga 2029,” ujarnya. Namun, ia menekankan bahwa dukungan ini tidak selalu berkaitan dengan keuntungan politik bagi partai.
Kritik Konstruktif untuk Kebijakan Kurang Efektif
“Sebagai penyeimbang, apabila ada kebijakan yang dirasa tidak efektif, kami akan mengingatkan pemerintah secara konstruktif,” kata Said. Ia menambahkan bahwa meskipun kritik diberikan, tidak selalu berarti partai akan mendapatkan keuntungan elektoral atas dasar posisi penyeimbang tersebut.
Dalam konteks ini, Said menggarisbawahi pentingnya objektivitas dan proporsionalitas dalam bersikap. Ia merujuk pada pernyataan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, yang menekankan bahwa partai harus bersikap objektif dalam menilai kebijakan pemerintah.
Perbedaan antara Penyeimbang dan Oposisi
Said juga menggarisbawahi perbedaan mendasar antara menjadi penyeimbang dengan sikap oposisi. Ia menjelaskan, oposisi cenderung memiliki agenda politik yang sepenuhnya berlawanan dengan pemerintah dan sering kali fokus pada menyoroti kelemahan pemerintahan untuk memengaruhi opini publik secara negatif.
“Sebagai penyeimbang, kami ingin melihat Presiden Prabowo menjalankan tugasnya dengan baik hingga masa jabatannya berakhir pada 2029, sesuai dengan ketentuan konstitusi,” ujar Said. Ia menegaskan bahwa PDI Perjuangan berusaha untuk mendukung pemerintah dalam melaksanakan program-program yang berpihak pada rakyat, bukan untuk mencari keuntungan atas nama politik.
Dengan sikap ini, PDI Perjuangan berharap dapat membangun hubungan yang konstruktif dengan pemerintah, sehingga kebijakan yang diambil dapat benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Keterlibatan aktif dalam pengawasan dan kritik yang konstruktif diharapkan dapat mendorong pemerintah untuk lebih responsif terhadap kebutuhan rakyat.
Said Abdullah menutup pernyataannya dengan harapan agar sinergi antara partai politik dan pemerintah dapat terwujud demi kebaikan bangsa dan negara, serta memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil berlandaskan pada kebutuhan dan aspirasi rakyat Indonesia.





