Politik

Mas Wabup Dirham Meluncurkan Manuver Gen Z Peduli Alam!

Jakarta, Maret.id — Peringatan Bulan Bung Karno 2026 di Kabupaten Lamongan diselenggarakan dengan konsep yang inovatif dan futuristik, mencerminkan adaptasi terhadap perkembangan zaman. DPC PDI Perjuangan Lamongan menawarkan serangkaian kegiatan yang menggabungkan kecanggihan teknologi, seni visual, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Sebagai langkah strategis untuk mentransfer nilai-nilai nasionalisme Sang Proklamator bagi Generasi Z dan Milenial, Wakil Bupati Lamongan sekaligus Bendahara DPC PDI Perjuangan Lamongan, Dirham Akbar Aksara, menekankan pentingnya menggunakan berbagai media komunikasi yang relevan. Ia menyebutkan bahwa setiap generasi memiliki cara komunikasi tersendiri. Era perjuangan Bung Karno ditandai dengan penyampaian gagasan melalui pidato dan tulisan konvensional, sedangkan generasi sekarang hidup di tengah ekosistem digital yang lebih mengedepankan aspek visual.

Sentuh Gen Z Lewat Kompetisi Video AI dan Mural

Sebagai representasi pemimpin muda, Dirham melihat perlunya pemanfaatan teknologi dalam menyampaikan pesan nasionalisme. Melalui Lomba Video AI dan Lomba Mural yang diselenggarakan dalam rangka bulan peringatan ini, ia ingin menyampaikan semangat Bung Karno dengan cara yang lebih dekat dan relevan dengan anak muda. “Yang terpenting bukan teknologinya, melainkan pesan yang terkandung di dalamnya,” ungkap Dirham, menekankan bahwa tujuan utama adalah membuat generasi muda memahami nasionalisme sebagai cara untuk merespons tantangan zaman.

Inisiatif ini bertujuan menciptakan ruang ekspresi positif yang mendekatkan anak muda pada nilai-nilai gotong royong, kemandirian bangsa, serta penguatan rasa cinta tanah air. Melalui kreativitas digital dan seni visual, DPC PDI Perjuangan Lamongan berharap dapat menanamkan nilai-nilai luhur dalam generasi penerus bangsa.

Aksi Nyata Ekologi: Konservasi Mangrove Berkelanjutan

Tidak hanya berfokus pada ruang digital, DPC PDI Perjuangan Lamongan juga aktif dalam isu lingkungan melalui aksi Konservasi Mangrove. Dirham menegaskan bahwa kegiatan ini didasari oleh kebutuhan nyata masyarakat di wilayah pesisir Lamongan. Mangrove berfungsi sebagai pelindung alami pantai dari abrasi serta sebagai penyangga ekosistem dan sumber mata pencaharian bagi nelayan.

Agar kegiatan ini berkelanjutan dan memberikan dampak jangka panjang, DPC PDI Perjuangan melibatkan masyarakat pesisir, kelompok nelayan, dan berbagai komunitas lokal dalam pemeliharaan dan pengawasan lokasi konservasi. “Semangat gotong royong yang diajarkan Bung Karno tidak hanya terwujud dalam pembangunan sosial dan ekonomi, tetapi juga dalam menjaga alam sebagai warisan bagi generasi mendatang,” katanya.

Membumikan Pemikiran Bung Karno untuk ‘Lamongan Megilan’

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, DPC PDI Perjuangan Lamongan juga menggelar Diskusi Bedah Buku Pemikiran Bung Karno. Agenda ini dianggap penting untuk menyelaraskan ideologi bangsawan dengan kebijakan pembangunan daerah yang konkret. Dirham menjelaskan bahwa konsep Berdikari (Berdiri di Atas Kaki Sendiri) yang diusung Bung Karno relevan untuk memperkuat ekonomi kerakyatan di daerah.

Implementasi pemberdayaan UMKM lokal secara masif, penguatan sektor pertanian dan perikanan, yang merupakan karakteristik khas Lamongan, menjadi fokus dalam pengembangan ekonomi. Ia juga menekankan perlunya penciptaan lapangan kerja kreatif yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Dirham menambahkan bahwa sinergi pentahelix—kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan komunitas—merupakan wujud nyata semangat gotong royong untuk mengatasi berbagai tantangan pembangunan saat ini. “Melalui diskusi ini, kami berharap pemikiran Bung Karno yang inspiratif tetap hidup dan relevan dalam mewujudkan Kejayaan Lamongan yang Megilan,” pungkasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button