Nasional

Saan Mustopa Disoraki Mahasiswa Usai Sebut Nama Bahlil Terkait Kenaikan Harga Pertamax!

Jakarta, Maret.id — Pada Jumat, 19 Juni 2026, Wakil Ketua DPR Saan Mustopa memberikan pernyataan yang optimis setelah mengadakan pertemuan dengan mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR. Aksi ini digelar untuk menyoroti kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, terutama Pertamax, yang dianggap berpengaruh terhadap daya beli masyarakat.

Kenaikan Harga Pertamax Memicu Protes Mahasiswa

Kenaikan harga Pertamax Series menjadi salah satu fokus utama dalam tuntutan mahasiswa. Mereka berpendapat bahwa harga BBM yang semakin tinggi berdampak negatif pada ekonomi masyarakat. Selain itu, antrean panjang di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk mendapatkan BBM subsidi semakin mencolok dan memperburuk situasi, menanggapi kenaikan harga Pertamax.

Saan Mustopa mengakui perbaikan harga minyak global yang memengaruhi kenaikan ini. Dia juga menyebut bahwa Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia telah mempertimbangkan perbaikan harga BBM di Indonesia. Namun, saat nama Bahlil disebutkan, sorakan skeptis dari mahasiswa langsung menggema, menandakan ketidakpuasan mereka terhadap solusi yang diusulkan.

Antrean Panjang dan Kekhawatiran Masyarakat

Protes mahasiswa tersebut tidak hanya berfokus pada harga BBM, tetapi juga mencerminkan kekhawatiran yang lebih besar tentang akses masyarakat terhadap energi. Antrean panjang di SPBU, terutama untuk BBM bersubsidi, sangat terlihat di beberapa wilayah seperti Daan Mogot. Mahasiswa juga mengungkapkan hasil survei mengenai kelangkaan BBM subsidi, yang semakin memperberat beban masyarakat dalam menghadapi inflasi.

Saan kemudian menyatakan bahwa DPR berkomitmen untuk memperbaiki skema harga BBM nonsubsidi. Dia menegaskan perlunya adanya dialog antara pemerintah dan masyarakat untuk mendapatkan solusi yang tepat. Saan mengatakan, “Kami dari DPR akan memfasilitasi dialog secara langsung dengan Pak Bahlil mengenai harga Pertamax yang naik mendadak ini.”

Dialog Antara DPR dan Kementerian ESDM

Pada kesempatan tersebut, Saan Mustopa menyampaikan harapannya agar pembicaraan dapat menghasilkan keputusan yang cepat terkait penurunan harga BBM. “Kami berharap bahwa dalam waktu dekat ada skema yang mengatur penurunan harga, mengingat juga ada perbaikan harga global,” ungkapnya. DRP berfungsi sebagai jembatan antara aspirasi masyarakat dan kebijakan yang diambil oleh pemerintah.

Walaupun ada protes dari mahasiswa, Saan mengajak mereka untuk tetap optimis dalam mendengarkan perkembangan positif dari pemerintah. Kenaikan harga BBM ini turut menjadi catatan penting bagi pemerintah untuk lebih responsif terhadap kebutuhan rakyat, terutama dalam situasi ekonomi yang tidak mudah.

Melihat kondisi saat ini, jelas bahwa masalah harga BBM merupakan isu krusial yang perlu perhatian serius dari berbagai aspek, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Di tengah deretan keluhan dan tuntutan, peran legislatif menjadi kunci dalam mendorong perbaikan kebijakan yang berkeadilan bagi masyarakat Indonesia.

Penutup

Kenaikan harga Pertamax yang terjadi saat ini menggarisbawahi perlunya kejelasan dan transparansi dari pemerintah dalam mengatur harga energi. Kebijakan yang baik haruslah menjaga keseimbangan antara kebutuhan rakyat dan kondisi pasar. Di saat yang bersamaan, dibutuhkan komitmen dari semua pihak untuk menjaga stabilitas ekonomi demi kesejahteraan bersama.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button