Driessen Tantang Rigaux: Pernyataan Feyenoord Sangat Aneh dan Membingungkan!

Jakarta, Maret.id — Keputusan Feyenoord untuk mengangkat Giovanni van Bronckhorst sebagai pelatih kepala sambil terlebih dahulu merekrut asisten pelatih Sipke Hulshoff mengundang perdebatan yang cukup tajam di kalangan pengamat sepak bola. Valentijn Driessen, seorang jurnalis ternama, memberikan analisis kritis terhadap proses ini yang dinilai tidak biasa dan mengungkapkan keraguan tentang kesiapan manajemen klub.
Keputusan yang Kontroversial
Dalam acara podcast *Kick-off* yang dihadirkan oleh *De Telegraaf*, Driessen menilai langkah Feyenoord ini sebagai langkah yang tidak tulus dan aneh. Menurutnya, jalur komunikasi yang lebih logis seharusnya dimulai dari kabar terlebih dahulu dengan pelatih kepala sebelum melangkah ke asistennya. “Dia tidak berbicara dengan Giovanni van Bronckhorst terlebih dahulu. Ini adalah urutan yang sangat aneh,” ungkap Driessen, yang menggambarkan keputusan ini sebagai tanda ketidaksiapan dari manajemen baru Feyenoord.
Dalam analisisnya, Driessen merefleksikan kembali terkait warisan Van Bronckhorst di Feyenoord. Pelatih ini memiliki prestasi mentereng ketika membimbing Feyenoord dari tahun 2015 hingga 2019, namun terakhir kali dia meninggalkan klub dengan cara yang kurang terhormat setelah sebuah performa buruk. “Dia adalah pelatih dengan gelar terbanyak, tetapi masih dapat keluar dari pintu depan, lebih baik lewat pintu belakang,” tegas Driessen.
Perubahan Suasana di Ruang Ganti
Dari sudut pandang Driessen, fakta bahwa Van Persie, yang dipecat dari posisi pelatih, tampak kurang mendapat dukungan dari fans dan tim, menjadi sorotan utama. “Dengan adanya Hulshoff, gaya permainan yang diperkenalkan oleh Sloten kembali dipertanyakan. Bukankah kita sudah belajar untuk tidak selalu kembali ke pola yang sama?” tandas Driessen. Dia menekankan bahwa tidak semua individu yang pernah terlibat dalam struktur Klub mampu mengadaptasi dan menerapkan gaya yang sama.
Respon dari Mike Verweij mencuat dengan menegaskan bahwa Hulshoff tidak ditujukan untuk mengembalikan gaya permainan Slot. Ia menilai bahwa pandangan ini memberikan kesan bahwa Hulshoff lebih dilihat sebagai pelatih kepala dengan Van Bronckhorst sebagai sosok yang kurang dominan dalam pengambilan keputusan. “Kamu memberi kesan bahwa kamu melihat Hulshoff sebagai pelatih kepala, dan Van Bronckhorst hanyalah semacam boneka,” papar Verweij.
Perspektif Jangka Panjang Feyenoord
Dalam konteks manajemen jangka panjang, Driessen mencurigai bahwa Feyenoord kemungkinan besar mengambil langkah yang lebih konservatif dengan sistem pelatihan saat ini. “Mereka mungkin berpikir, sekarang kita punya dua orang, setidaknya kita bisa melanjutkan dengan mereka selama setahun,” ungkapnya dengan nada skeptis.
Banyak pihak mengharapkan adanya perbaikan dramatis dari performa Feyenoord di masa mendatang, sambil tetap mempertanyakan visi manajerial yang seharusnya lebih robust dan terarah. Keputusan ini mencerminkan tarik ulur ambisi dan strategi klub yang berusaha kembali ke jalur kemenangan di liga domestik, sambil tetap memperhatikan perkembangan dalam jangka panjang untuk meraih kesuksesan. Feyenoord kini berada dalam fase penting yang akan menentukan arah masa depan mereka di kancah sepak bola Belanda dan Eropa.





