Nasional

Wapres Mahasiswa Trisakti Persiapkan Gelombang Aksi Mahasiswa yang Lebih Besar di Depan Mata!

Jakarta, Maret.id — Pada Jumat, 19 Juni 2026, mahasiswa yang tergabung dalam berbagai organisasi kemahasiswaan menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR, menegaskan bahwa mereka akan melakukan aksi lanjutan jika tuntutan mereka tidak ditanggapi oleh pemerintah dan DPR. Aksi ini merupakan respons terhadap kondisi politik dan sosial yang dianggap tidak sejalan dengan harapan masyarakat.

Mahasiswa Menyampaikan Tuntutan

Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti, Muhammad Putra, mengungkapkan bahwa mereka telah menyusun tuntutan berdasarkan hasil survei dan kajian yang mendalam. “Kami telah menyampaikan data dan hasil survei yang menunjukkan suara rakyat. Jika suara tersebut tidak didengar, kami akan melakukan konsolidasi kembali dan menggulirkannya kembali kepada mereka,” katanya.

Putra menegaskan bahwa mereka tidak hanya akan melakukan aksi tanpa ada waktu yang jelas. “Jika dalam tenggat waktu yang kami tentukan tidak ada respons, maka kami akan melanjutkan aksi hingga tuntutan kami didengar,” ujarnya. Ia berencana untuk mengevaluasi respons pemerintah dalam tiga bulan pertama setelah deklarasi tuntutan tersebut.

Kritik terhadap Kebijakan Pemerintah

Dalam kesempatan yang sama, Putra juga memberikan kritik terhadap program-program pemerintah yang dinilai tidak efektif, terutama program MBG (Masyarakat Berdaya Guna). Ia meminta agar program tersebut dihentikan sementara untuk dapat dievaluasi lebih mendalam. “Kami menuntut pemerintah untuk menghentikan sementara MBG dan melakukan evaluasi total,” tegasnya.

Ia menambahkan, pertemuan dengan pimpinan DPR seharusnya bukan menjadi kewajiban mahasiswa, melainkan kewajiban anggota DPR untuk mendengarkan aspirasi masyarakat. “K kami berperan sebagai wakil rakyat, yang seharusnya mendengarkan suara kami. Mereka adalah pembantu kami,” lanjutnya.

Tenggat Waktu Respons dan Aksi Lanjutan

Mahasiswa sepakat untuk memberikan waktu tiga bulan kepada pemerintah dan DPR untuk menanggapi tuntutan mereka. Jika tidak ada perbaikan atau respons yang memadai, demonstrasi lebih lanjut akan dilaksanakan. “Kami akan melihat dari triwulan pertama bagaimana respons mereka terhadap kebijakan yang ada,” jelas Putra.

Mahasiswa berharap agar aksi yang mereka lakukan dapat menggugah perhatian pemerintah dan DPR untuk lebih peka terhadap suara rakyat. “Kami hanya ingin agar pemerintah mendengarkan dan merespons dengan cepat, agar tidak terjadi aksi-aksi lanjutan yang lebih besar di masa mendatang,” tutup Putra.

Dengan menegaskan hak mereka sebagai bagian dari masyarakat, mahasiswa akan terus berupaya untuk menjaga agar suara mereka didengar. Aksi turun ke jalan ini adalah bentuk keprihatinan atas berbagai isu yang masih menjadi tantangan dalam pemerintahan saat ini.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button