Wapres Minta MBG Agar Tepat Sasaran dan Prioritaskan Kawasan 3T!

Jakarta, Maret.id — Wakil Presiden Indonesia, Gibran Rakabuming, menegaskan bahwa masa jeda libur sekolah akan dimanfaatkan oleh pemerintah untuk mengevaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penegasan ini disampaikan setelah Wapres melakukan tinjauan pelaksanaan program di SMP Negeri 1 Ndona, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, serta berdialog dengan para wali murid di SD Wolomoni, Desa Niowula, Kecamatan Detusoko, pada Jumat (19/6/2026).
Arah Kebijakan Pembangunan Nasional
Fokus pemerintah pada wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) mencerminkan arahan Presiden Prabowo Subianto. Pembangunan nasional tidak akan terpusat pada wilayah tertentu saja, melainkan diupayakan merata ke seluruh daerah.
Di SMP Negeri 1 Ndona, Wapres meninjau secara langsung pelaksanaan MBG yang telah berlangsung, sedangkan di SD Wolomoni, Wapres berdialog dengan wali murid untuk memastikan bahwa persiapan pelaksanaan program berjalan baik. Wapres percaya bahwa masa libur sekolah merupakan waktu yang ideal untuk mengevaluasi program secara menyeluruh.
Pentingnya Evaluasi Program
“Ini waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh, terutama terkait dengan tata kelola program,” ungkap Gibran. Menurutnya, evaluasi ini krusial untuk memastikan bahwa pelaksanaan MBG berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Wapres juga mengakui bahwa masih ada berbagai tantangan dalam pelaksanaan MBG, termasuk aspek tata kelola dan pengawasan di lapangan. “Ke depan harus lebih banyak perbaikan. Tata kelolanya diperbaiki untuk meningkatkan efisiensi. Harus dihindari pengadaan barang yang tidak sesuai dan praktik korupsi yang harus dihilangkan,” tegasnya.
Peran Masyarakat dalam Keberhasilan Program
Wapres juga menekankan pentingnya pelibatan berbagai elemen masyarakat dalam mendukung program MBG. Tidak hanya pihak sekolah, keterlibatan dari UMKM di sekitar sekolah, pesantren, gereja, hingga Ibu-Ibu PKK sangat diharapkan.
“Berkolaborasi dengan banyak pihak akan sangat membantu dalam meningkatkan kualitas program ini. Semua bisa dilibatkan, dari orang tua murid hingga SMK Tata Boga,” jelasnya.
Melalui upaya kolaboratif ini, Wapres berharap program MBG dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat, terutama bagi anak-anak di wilayah 3T. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada komitmen semua pihak dalam menjaga akuntabilitas dan transparansi pelaksanaannya.
Dengan langkah ini, diharapkan pemerintah dapat memastikan bahwa setiap anak di Indonesia mendapatkan akses terhadap makanan bergizi, sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi yang lebih sehat dan produktif.





