Nasional

Wapres Tegaskan Revitalisasi Sekolah di Ende Jadi Prioritas Pemerintah!

Jakarta, Maret.id — Wakil Presiden Indonesia, Gibran Rakabuming, menekankan komitmen pemerintah untuk mempercepat revitalisasi sekolah-sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Hal ini disampaikan saat kunjungan kerja di SD Wolomoni, Desa Niowula, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat, 19 Juni 2026.

Gibran melakukan peninjauan untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat, khususnya terkait kekurangan fasilitas sekolah. Banyak orang tua siswa mengungkapkan bahwa kondisi sarana pendidikan mereka belum memadai. Salah seorang wali murid menekankan, “Kami minta bantuan pagar sekolah. Karena kami di sini masih pakai kayu damar, bambu, pagar sekolah.”

Revitalisasi Sekolah Menjadi Prioritas

Menanggapi aspirasi tersebut, Gibran memastikan bahwa kebutuhan revitalisasi sekolah di wilayah 3T akan menjadi bagian dari program yang sudah dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Gibran mengatakan, “Pak Presiden punya program revitalisasi sekolah. Ini kita masukkan juga ya.”

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sekolah-sekolah di wilayah 3T akan menjadi prioritas dalam pelaksanaan program tersebut. “Pokoknya yang di area 3T ini kita prioritaskan,” tegasnya. Kunjungan ini tidak hanya sebagai bentuk komitmen, tetapi juga bertujuan untuk memastikan bahwa kepentingan pendidikan di daerah tersebut terjamin.

Kondisi SMPN 1 Ndona yang Memprihatinkan

Sebelumnya, Gibran juga meninjau SMP Negeri 1 Ndona yang menghadapi berbagai kendala, termasuk akses jaringan seluler dan internet yang terbatas, ketersediaan air bersih, dan sarana teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Dalam pertemuannya, Kepala SMPN 1 Ndona, Sofia Ere, mengungkapkan perlunya perhatian pemerintah untuk memenuhi kebutuhan nyata di sekolah mereka.

“Program revitalisasi untuk daerah 3T sangat membantu karena sasarannya langsung ke sekolah. Kami berharap kebutuhan seperti jaringan internet, sumur bor air bersih, pagar sekolah, dan fasilitas TIK dapat segera terpenuhi,” ungkap Sofia. Ia menambahkan, pemerintah memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah yang kurang berkembang.

Tantangan Digitalisasi Pembelajaran

Senada dengan itu, Kepala SD Wolomoni, Yohanes, menyatakan bahwa sekolahnya siap mendukung inisiatif digitalisasi dalam pembelajaran. Namun, ia juga menyoroti bahwa keterbatasan akses jaringan seluler dan internet masih menjadi tantangan utama yang harus diatasi agar proses belajar mengajar dapat berjalan lebih dengan baik.

Dengan adanya perhatian dari pemerintah melalui program revitalisasi, diharapkan kualitas pendidikan di daerah 3T dapat meningkat. Ini merupakan langkah nyata dalam mendukung pemerataan pendidikan di seluruh wilayah Indonesia, terutama di daerah yang membutuhkan perhatian lebih.

Program revitalisasi sekolah di Indonesia menjadi bagian integral dari upaya pemerintah untuk memastikan setiap anak mendapatkan akses pendidikan yang layak dan berkualitas. Gibran percaya bahwa dengan kerja sama dan dukungan dari semua pihak, tantangan dalam meningkatkan pendidikan di daerah 3T dapat diatasi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button