Koalisi Pramuka Surabaya Beri Sinyal Rekor MURI!

Jakarta, Maret.id — Gerakan Pramuka Kota Surabaya berhasil memecahkan tiga rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam sebuah kegiatan yang diadakan pada Sabtu (20/6/2026). Acara yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) ini melibatkan lebih dari 130.000 peserta, menjadikannya salah satu acara Pramuka terbesar di kota tersebut.
Tiga Rekor MURI yang Dicapai
Tiga rekor yang berhasil dipecahkan dalam kegiatan ini adalah Basuh Kaki Orang Tua, Pengukuhan Pramuka Garuda, dan Demonstrasi Semaphore. Khusus untuk Pengukuhan Pramuka Garuda, tercatat sebanyak 65.000 peserta dari berbagai golongan, termasuk Siaga, Penggalang, Penegak, dan Pandega. Sementara itu, kegiatan Basuh Kaki Orang Tua diikuti oleh 130.000 peserta dan Demonstrasi Semaphore melibatkan 41.337 peserta.
Hadir dalam acara tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Wakil Wali Kota Armuji, serta Ketua Harian Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kota Surabaya Siti Mariyam. Menurut Eri, kehadiran peserta yang begitu banyak menunjukkan tingginya semangat dan antusiasme generasi muda terhadap kegiatan Pramuka.
Apresiasi dari Wali Kota
Eri Cahyadi, yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Pramuka Kota Surabaya, memberikan apresiasi terhadap semangat generasi muda. Ia menekankan pentingnya peranan Pramuka dalam pembentukan karakter, disiplin, dan kepedulian sosial.
“Pramuka tetap menggelora di hati arek-arek Surabaya. Kami akan berkolaborasi dengan Pramuka untuk hadir di setiap perkampungan,” ungkapnya. Pemerintah Kota Surabaya berkomitmen untuk memperkuat peran Pramuka melalui berbagai program, termasuk pengembangan Kampung Pancasila yang bertujuan menanamkan nilai-nilai Pancasila sejak dini kepada generasi muda.
Inovasi untuk Meningkatkan Minat Pramuka
Ketua Harian Kwarcab Pramuka Kota Surabaya, Siti Mariyam, menjelaskan bahwa pemecahan tiga rekor MURI tersebut dilakukan tidak hanya di Stadion GBT, tetapi juga di berbagai lokasi lain seperti Tugu Pahlawan, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, dan sejumlah sekolah di Surabaya.
“Rangkaian kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan minat generasi muda terhadap Pramuka, yang belakangan mulai berkurang,” ujar Mariyam. Ia menekankan bahwa dengan berbagai inovasi kegiatan, Pramuka dapat tetap relevan dan diminati oleh kalangan pelajar.
“Pramuka memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kemandirian generasi muda. Kami ingin anak-anak dibentengi dengan iman, karakter yang baik, dan kegiatan positif, agar terhindar dari pengaruh negatif,” tutupnya.
Dengan semangat dan komitmen yang kuat dari pemerintah kota serta para pemimpin Kwarcab, Gerakan Pramuka di Surabaya diharapkan akan terus berkembang, sehingga dapat memberikan kontribusi signifikan dalam membentuk karakter generasi muda yang lebih baik.





