Indonesia Naik Peringkat Dua Destinasi Ramah Muslim!

Jakarta, Maret.id — Indonesia berhasil menempati peringkat kedua dalam kategori Muslim-Friendly Destination of The Year pada ajang Global Muslim Travel Index (GMTI) Awards 2026 yang berlangsung di Singapura.
Kenaikan Peringkat yang Signifikan
Sekretaris Kementerian Pariwisata Bayu Aji menerima langsung penghargaan tersebut mewakili Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana. Dalam siaran pers yang dirilis Jumat, 19 Juni 2026, Bayu Aji menyatakan bahwa capaian ini menunjukkan posisi Indonesia semakin kompetitif di pasar pariwisata ramah Muslim internasional.
Metode Penilaian GMTI: Kerangka ACES
Penilaian GMTI menggunakan kerangka ACES (Access, Communication, Environment, Services) yang mencakup 17 indikator utama. Aspek Access menilai konektivitas, kemudahan persyaratan visa, dan infrastruktur transportasi yang mendukung mobilitas wisatawan.
Aspek Communication dan Environment
Aspek Communication mengukur kemampuan komunikasi multibahasa, strategi promosi destinasi, serta tingkat kesadaran pemangku kepentingan terhadap kebutuhan wisatawan Muslim. Sementara aspek Environment menilai utilitas dasar, keamanan, keberlanjutan, dan faktor pendukung lain yang menciptakan suasana ramah bagi wisatawan.
Aspek Services dan Fasilitas Pendukung
Aspek Services menilai ketersediaan fasilitas ibadah, akses makanan halal, layanan ramah Muslim di bandara, serta akomodasi yang mendukung kebutuhan umat. Penilaian juga memasukkan pengalaman wisata berbasis warisan budaya Islam dan penyediaan atraksi yang sensitif terhadap kebutuhan keagamaan.
Skor Tertinggi dan Implikasi
Secara keseluruhan Indonesia memperoleh skor 79 pada GMTI 2026, yaitu capaian tertinggi sepanjang partisipasi negara ini dalam indeks tersebut. Peningkatan skor dinilai sebagai bukti konsistensi upaya membangun ekosistem pariwisata ramah Muslim yang lebih berkualitas, inklusif, dan berdaya saing di tingkat global.
Program Pemerintah yang Mendukung
Keberhasilan ini diyakini tidak terlepas dari sejumlah program Kementerian Pariwisata, termasuk penguatan sertifikasi halal bagi produk usaha mikro dan kecil di desa wisata. Pemerintah juga mengembangkan 15 destinasi pariwisata ramah Muslim melalui Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025 bekerja sama dengan Bank Indonesia, serta memperkuat promosi melalui platform resmi dan penyusunan pedoman layanan dasar beserta petunjuk teknis.
Langkah ke Depan dan Target 2027
Bayu Aji menyatakan optimisme bahwa Indonesia dapat meningkatkan kualitas layanan dan daya saing untuk menargetkan posisi teratas pada penilaian tahun berikutnya. Langkah-langkah penguatan kapasitas pelaku pariwisata, peningkatan aksesibilitas, serta konsistensi pemasaran internasional disebut sebagai kunci untuk mengejar gelar Muslim-Friendly Destination of The Year 2027.