BRIN PERINGATKAN!! Peran Teknologi Sangat Penting dalam Modernisasi Politik!

Jakarta, Maret.id — Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Arif Satria menegaskan bahwa modernisasi politik merupakan aspek krusial dalam pembangunan nasional. Dalam pandangannya, pembangunan suatu negara tidak hanya terbatas pada perihal ekonomi dan sosial, namun juga meliputi penguatan sistem politik yang modern dan adaptif.
Indikator Modernisasi Politik
Prof. Satria mengungkapkan bahwa modernisasi politik memiliki sejumlah indikator yang mencerminkan kemajuan demokrasi dalam tata kehidupan bernegara. Salah satu indikator signifikan adalah peningkatan partisipasi politik masyarakat, yang terwujud melalui berbagai saluran dan mekanisme yang kian bervariasi. Menurutnya, sejak dekade 1990-an, partisipasi politik masyarakat telah banyak berubah, menyesuaikan dengan perkembangan zaman yang kini menuju era digital.
Dalam pengamatannya, bentuk keterlibatan masyarakat dalam politik kini semakin beragam, baik oleh individu melalui partisipasi publik maupun melalui kelompok sosial. “Modernisasi politik ditandai dengan meningkatnya partisipasi terbuka masyarakat lewat saluran komunikasi publik. Ini tidak hanya terkait pemilihan umum, tetapi juga keterlibatan aktif dalam proses politik secara keseluruhan,” ujar Prof. Satria dalam acara peluncuran buku berjudul ‘Komunikasi Politik dalam Kendali Algoritma’ yang berlangsung di Gedung ICMI Center, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 20 Juni 2026.
Pentingnya Teknologi dalam Politik
Satria menjelaskan bahwa instrumen digital kini menjadi faktor vital dalam mendukung modernisasi politik di berbagai negara. Teknologi digital telah merubah pola komunikasi politik, memperluas akses masyarakat terhadap informasi publik, dan menciptakan peluang baru dalam penguatan hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
Perkembangan teknologi ini mendorong perubahan dalam strategi komunikasi politik yang lebih cepat dan lebih luas jangkauannya. “Pemanfaatan teknologi yang bijaksana sangat penting untuk memperkuat sistem politik dalam mencapai tujuan pembangunan nasional,” tambahnya. Menurutnya, keberhasilan modernisasi politik ditentukan oleh tiga indikator utama yang terkait erat: partisipasi politik, modernisasi institusi, dan kemampuan memanfaatkan teknologi secara optimal.
Pentingnya Literasi Digital bagi Masyarakat
Sementara itu, penulis buku “Komunikasi Politik dalam Kendali Algoritma”, Alfarisi Thalib, menekankan pentingnya penguatan literasi digital di kalangan masyarakat. Dalam era informasi yang berlimpah seperti sekarang, masyarakat sering kali berada dalam dilema dalam membedakan informasi faktual dari hoaks. Hal ini menciptakan tantangan tersendiri, di mana ruang digital menjadi lingkungan yang kompleks dan sulit dipahami.
Dia mendorong peningkatan literasi digital sebagai solusi dalam menghadapi derasnya arus informasi yang beredar di berbagai platform digital. “Peningkatan literasi digital sangat diperlukan agar masyarakat mampu menganalisis dan memahami informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya,” kata Thalib. Dengan demikian, masyarakat akan lebih cermat dalam membedakan informasi yang benar dan palsu, serta memahami konteks politik yang lebih mendalam.
Dengan adanya dorongan ini, diharapkan masyarakat akan lebih kritis dan tanggap dalam menyikapi informasi yang beredar, sehingga dapat berkontribusi dalam proses demokratisasi yang lebih sehat dan berkelanjutan. Prof. Satria dan Thalib sepakat bahwa dengan peran serta teknologi yang bijaksana, modernisasi politik di Indonesia bisa dilakukan dengan lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.



