Lokal

Ribuan Hektare Lahan Pertanian di Bekasi Waspada Terancam Kekeringan

Bekasi, Maret.id — Sekitar 1.500 hektare lahan pertanian di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menghadapi ancaman kekeringan di musim kemarau tahun ini. Situasi ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, yang mengkhawatirkan dampak yang ditimbulkan terhadap ketahanan pangan daerah.

Ancaman Kekeringan di Lahan Pertanian

Kekeringan lahan pertanian di Bekasi disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah sedimentasi yang mengakibatkan penyumbatan berbagai saluran air. Saluran sekunder di area Balongtua menjadi titik kritis, di mana tumpukan sedimentasi serta keberadaan bangunan liar di sekitarnya mengganggu distribusi air irigasi yang sangat dibutuhkan.

“Air yang seharusnya mengaliri area persawahan tidak dapat mengalir secara optimal akibat pendangkalan saluran dan penyempitan badan sungai,” ungkap Asep. Jika pasokan air terus berkurang, lahan pertanian di kecamatan Sukatani, Tambelang, dan Sukawangi terancam tidak dapat ditanami.

Normalisasi Saluran Irigasi

Menanggapi kondisi ini, Pemerintah Kabupaten Bekasi berkolaborasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) akan mempercepat normalisasi saluran irigasi. Rencana tersebut mencakup normalisasi saluran sepanjang sekitar 4,5 kilometer untuk memastikan aliran air yang lebih baik ke lahan pertanian.

Namun, proyek ini tidak semudah yang dibayangkan. Keberadaan bangunan liar yang menghalangi akses alat berat menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, langkah penertiban bangunan liar harus segera dilaksanakan agar proses normalisasi bisa berjalan dengan efektif.

Pentingnya Penanganan Segera

Asep menegaskan bahwa penanganan masalah ini tidak bisa ditunda lebih lama lagi. “Kalau air tidak sampai, petani tidak bisa panen. Ini bukan sekadar gagal panen, tetapi bisa berujung pada lahan yang tidak bisa ditanami sama sekali,” tegasnya.

Kondisi ini menjadi tantangan serius bagi daerah yang bergantung pada sektor pertanian. Dengan populasi yang terus meningkat, ketahanan pangan harus menjadi fokus utama. Apabila tidak ditangani, dampaknya bisa sangat merugikan baik bagi petani maupun masyarakat yang bergantung pada pasokan pangan setempat.

Dukungan dari semua pihak, terutama dalam upaya penertiban bangunan liar dan normalisasi saluran, sangat diperlukan untuk menyelamatkan ribuan hektar lahan pertanian di Bekasi dari ancaman kekeringan yang mengkhawatirkan ini.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button