Menbud Resmikan Balai Budaya Elidan, Seni Minangkabau Bangkit!

Jakarta, Maret.id — Menteri Kebudayaan Fadli Zon meresmikan Balai Budaya Elidan di Lubuak Batingkok, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, pada Jumat, 19 Juni 2026.
Peresmian dan tujuan fasilitas
Balai Budaya Elidan diharapkan menjadi ruang pengembangan seni dan budaya bagi masyarakat setempat yang berbasis komunitas. Fasilitas ini merupakan bagian dari kompleks Rumah Sawiyah yang difungsikan sebagai pusat pelestarian adat, kebudayaan, dan kegiatan sosial di nagari tersebut.
Fadli Zon menekankan pentingnya penyelenggaraan program yang dikelola secara berkelanjutan untuk menjaga hidupnya praktik-praktik budaya lokal. Contoh kegiatan yang dibidik agar berjalan rutin antara lain randai, tari, petatah-petitih, gandang, puisi, teater, drama, serta praktik bela diri tradisional seperti pencak silat.
Dukungan pemerintahan dan peningkatan kapasitas
Menteri Kebudayaan menyatakan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan seni dan budaya, baik dalam kapasitas pribadi maupun sebagai pejabat negara. Ia menilai pengembangan seni budaya adalah kewajiban moral, khususnya di wilayah yang memiliki kedekatan sejarah dan akar kultural keluarga.
Salah satu fokus program adalah peningkatan kapasitas tokoh adat seperti ninik mamak dan peran bundo kanduang agar mampu mengelola dan mentransmisikan nilai-nilai adat secara lebih terstruktur. Pembangunan Balai Budaya Elidan sebagai bagian dari Rumah Sawiyah dinilai mencerminkan perhatian pemerintah terhadap upaya pelestarian kebudayaan lokal.
Fasilitas, koleksi, dan pemanfaatan ruang
Pengelola menyampaikan bahwa fasilitas yang ada akan terus disempurnakan sehingga dukungan terhadap aktivitas seni dan budaya setempat dapat optimal. Ruang yang tersedia direncanakan juga dimanfaatkan sebagai perpustakaan kecil yang dilengkapi koleksi buku terkait seni, adat istiadat, dan kajian-kajian tentang budaya Minangkabau.
Selanjutnya, Balai Budaya Elidan akan difungsikan sebagai tempat pelatihan, pertunjukan, serta forum diskusi budaya yang terbuka bagi komunitas lokal dan generasi muda. Penyelenggaraan kegiatan aktivasi dan program-program berbasis komunitas diharapkan mampu menghidupkan kembali tradisi lisan dan praktik kesenian yang selama ini kurang terakomodasi.
Peresmian mendapat apresiasi dari tokoh daerah, termasuk anggota DPRD Sumatera Barat, Nurcholis, yang menilai inisiatif ini sebagai bukti komitmen membangun kampung halaman. Dengan hadirnya fasilitas ini, pelaku seni, pemuda nagari, dan pemangku adat diharapkan mendapat ruang berproses yang berkelanjutan untuk menjaga dan mengembangkan warisan budaya Minangkabau.