BAZNAS dan Ponpes Al Fath Kirim 18 Dai ke Pulau Buru untuk Perkuat Pembinaan Mualaf di Wilayah Tersebut

Jakarta, Maret.id — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Pondok Pesantren Modern Dzikir Al Fath Sukabumi meluncurkan Program Ustad Garis Depan (UGD) VIII dengan melepas 18 dai.
Para dai akan bertugas di Pulau Buru, Maluku, untuk memperkuat pembinaan dan pendampingan mualaf. Pelepasan para dai dilaksanakan di Pondok Pesantren Modern Al Fath, Sukabumi, pada Minggu, 21 Juni 2026, dihadiri oleh Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa’adi, Pimpinan Ponpes Al Fath Prof. Dr. KH. M. Fajar Laksana, Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI Dr. Muchlis M. Hanafi, serta sejumlah tokoh dan pejabat daerah.
Zainut Tauhid Sa’adi menegaskan bahwa program ini merupakan komitmen BAZNAS dalam mendukung penguatan akidah serta pembinaan masyarakat mualaf, terutama di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). “BAZNAS berperan sebagai jembatan yang menghubungkan para muzaki dengan mustahik. Salah satu kelompok yang menjadi perhatian kami adalah mualaf dan fisabilillah,” ucap Zainut.
Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi antara BAZNAS RI dan Ponpes Al Fath merupakan sinergi penting dalam memperluas jangkauan dakwah Islam. Zainut menggambarkan kerja sama ini sebagai “gayung bersambut”, di mana pesantren menyediakan sumber daya dakwah, sedangkan BAZNAS mendukung melalui program pemberdayaan dan pendanaan.
Zainut menggarisbawahi bahwa para dai harus mengedepankan metode dakwah bil hikmah. “Dakwah tidak dilakukan dengan cara menghakimi atau menyalahkan. Tugas dai adalah merangkul, membimbing, dan mendampingi masyarakat dengan penuh kearifan agar mereka semakin memahami dan mencintai ajaran Islam,” kata Zainut.
Ia juga menekankan pentingnya memahami kondisi masyarakat yang menjadi sasaran dakwah. Pendekatan kepada masyarakat awam dan para mualaf harus dilakukan secara bertahap dan penuh empati.





