Presiden Prabowo Panggil Menteri Rosan Bahas Pengelolaan Aset Negara untuk Meningkatkan Efisiensi dan Transparansi dalam Pengelolaan Sumber Daya…

Jakarta, Maret.id — Presiden Prabowo Subianto mengadakan pertemuan dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, di kediaman pribadinya di Kertanegara, Jakarta. Pertemuan ini juga dihadiri oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa pertemuan ini membahas langkah strategis untuk mengelola aset negara secara lebih optimal. Fokus utama adalah untuk menghasilkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
“Presiden Prabowo memberikan perhatian besar pada penguatan pengelolaan aset nasional,” ucap Teddy. Dia menambahkan bahwa pengelolaan ini dilakukan melalui percepatan transformasi badan usaha milik negara (BUMN).
“Pengelolaan aset bangsa dengan lebih baik untuk menghasilkan manfaat yang lebih besar bagi rakyat,” kata Teddy. Dia juga menekankan pentingnya pengembangan sektor-sektor ekonomi baru sebagai penggerak pertumbuhan nasional.
Pertemuan ini turut membahas peluang pertumbuhan ekonomi baru yang dapat dimaksimalkan oleh Danantara. Salah satunya adalah penguatan sektor pariwisata yang terintegrasi dengan berbagai kegiatan berskala nasional dan internasional.
“Peluang pertumbuhan ekonomi baru, termasuk penguatan sektor pariwisata melalui event olahraga dan konser musik, dapat menciptakan lapangan kerja serta menarik investasi,” jelas Teddy.
Selain itu, Presiden Prabowo menekankan pentingnya proses konsolidasi dan transformasi BUMN yang sedang berlangsung. Hal ini diyakini akan meningkatkan efisiensi dan tata kelola perusahaan negara.
Dari total sekitar 1.077 entitas BUMN, sebanyak 258 entitas sudah berhasil dikonsolidasikan. “Pemerintah menargetkan 300 entitas BUMN lainnya akan dikonsolidasikan dalam waktu dekat,” ucap Teddy.
“Proses konsolidasi dan transformasi BUMN terus berjalan untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi beban biaya yang ditanggung negara,” imbuhnya.
Transformasi BUMN dan optimalisasi aset negara menjadi agenda besar Presiden Prabowo. Upaya ini bertujuan untuk menjadikan kekayaan bangsa sebagai mesin pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan meningkatkan daya saing Indonesia.



