Politik

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi dalam Mengatasi Kasus Korupsi

Jakarta, Maret.id — Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi, mengkritik langkah Kepolisian dalam menangani kasus yang melibatkan Roy Suryo dan dokter Tifa. Ia menyatakan bahwa tindakan tersebut semakin memperburuk citra institusi penegak hukum di mata publik.

Muslim Arbi menilai sudah saatnya Presiden Prabowo Subianto melakukan evaluasi terhadap kinerja Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Hal ini terkait dengan penanganan kasus yang sedang hangat diperbincangkan ini. “Sudah saatnya Kapolri dievaluasi oleh Presiden Prabowo dalam kasus penangkapan Roy dan Tifa ini. Seolah Kepolisian masih di bawah kendali Jokowi,” tegas Muslim Arbi kepada wartawan pada Minggu, 21 Juni 2026.

Ia juga menyoroti polemik mengenai keaslian ijazah Presiden Jokowi yang masih menjadi perdebatan. Menurutnya, seharusnya isu ini disikapi secara terbuka oleh pihak terkait. Muslim Arbi membandingkan situasi ini dengan tindakan Hakim Mahkamah Konstitusi, Arsul Sani, yang pernah menunjukkan dokumen pendidikannya saat muncul keraguan tentang keasliannya.

“Padahal kasus laporan Jokowi ini. Keberadaan ijazahnya saja masih terjadi perdebatan. Ijazah Jokowi itu jika benar asli, tirulah seperti Hakim MK Arsul Sani yang diragukan keasliannya. Arsul Sani langsung tunjukkan ke publik dan persoalan selesai,” sambungnya.

Ia menyesalkan penangkapan Roy Suryo dan dokter Tifa, mengingat kedua individu tersebut dianggap kooperatif selama proses hukum berlangsung. “Dalam kasus penangkapan Roy dan Tifa ini patut disesalkan. Karena keduanya kooperatif selama ini,” imbuh Muslim Arbi. Ia mendesak agar Kepolisian segera membebaskan Roy dan Tifa untuk menghindari anggapan bahwa institusi tersebut masih di bawah kendali mantan Presiden Jokowi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button