Politik

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat untuk Mewujudkan Pendidikan Berkualitas

Jakarta, Maret.id — Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf, atau lebih dikenal dengan Gus Ipul, mengecam keras segala bentuk penyimpangan dalam program Sekolah Rakyat.

Ia mengibaratkan program tersebut sebagai ambulans yang berkecepatan tinggi, bertujuan menyelamatkan pasien kritis. “Tugas Anda bukan menghalanginya, melainkan membukakan jalan dan memastikan tidak ada yang menyabotasenya dari dalam maupun dari luar,” tegas Gus Ipul dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 21 Juni 2026.

Gus Ipul menekankan pentingnya mencegah permainan anggaran dan kepentingan pribadi dalam implementasi program ini. Ia memperingatkan bahwa tidak ada toleransi bagi mereka yang mencoba bermain api. “Saya tegaskan, saya tidak akan melindungi siapa pun yang terbukti menyelewengkan program ini!” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa amanah yang diemban oleh para pejabat Kementerian Sosial (Kemensos) datang dari jutaan rakyat miskin yang bergantung pada bantuan sosial. “Anak-anak itu datang dari keluarga yang tidak punya apa-apa. Kita tidak boleh memberi mereka setengah-setengah,” ujarnya.

Di hadapan pejabat baru yang dilantiknya, Gus Ipul menekankan pentingnya integritas. Menurutnya, integritas seharusnya mencerminkan keselarasan antara laporan di meja menteri dan realitas di lapangan.

Ia mendorong para pejabat eselon II Kemensos untuk membangun tim yang solid, bukan menjadi individu superhero yang merasa mampu bekerja sendiri dan justru membuat unit kerja menjadi lebih lemah.

Sebagai catatan, delapan pejabat yang dilantik Gus Ipul termasuk Yadi Muchtar sebagai Kepala Biro Umum, Salahuddin sebagai Direktur Pemberdayaan Potensi dan Sumber Daya Sosial, dan Barus Tondra Pramana sebagai Kabag Layanan Pengadaan Barang dan Jasa.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button