Banteng Magetan Gotong Royong Rawat Punden Desa hingga Makam Leluhur dalam Rangka Peringatan Bulan Bung Karno 2026 oleh DPD PDI Perjuangan Jawa Timur

Jakarta, Maret.id — Kader PDI Perjuangan di Kabupaten Magetan bersama masyarakat melaksanakan kegiatan perawatan punden desa, makam tokoh leluhur, dan situs bersejarah melalui Gerakan Merawat Pertiwi. Kegiatan ini merupakan rangkaian Bulan Bung Karno (BBK) 2026.
Aksi ini digelar di beberapa wilayah sebagai upaya menjaga warisan budaya, memperkuat identitas masyarakat desa, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya merawat sejarah dan kearifan lokal.
Gerakan gotong royong ini melibatkan PAC PDI Perjuangan dari Karangrejo, Maospati, Lembeyan, Parang, dan Magetan. Kegiatan meliputi pembersihan area punden, pengecatan fasilitas, serta penataan lingkungan di situs yang memiliki nilai historis bagi masyarakat setempat.
Di Kecamatan Karangrejo, kader bersama warga melakukan kerja bakti dan pengecatan di Punden Desa Gebyok. Sementara itu, PAC Maospati membersihkan dan mengecat pagar Punden Desa Klagen Gambiran.
Di Kecamatan Lembeyan, kegiatan terfokus pada tiga punden di Desa Nguri. PAC Parang melaksanakan kerja bakti di Punden Krapyak atau Makam Joko Mustakim di Desa Sayutan. Sedangkan PAC Magetan menggelar bakti sosial di Makam Eyang Yosonegoro, Kelurahan Tambran.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Magetan, Nanang Sapto Aji, menegaskan bahwa punden dan situs leluhur tak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga menyimpan sejarah panjang perjalanan masyarakat. “Setiap desa memiliki cerita, tokoh, dan jejak sejarahnya sendiri. Punden-punden itu adalah pengingat perjalanan panjang masyarakat desa,” kata Nanang.
Dia juga mengingatkan bahwa pembangunan harus mencakup upaya menjaga warisan budaya dan memelihara ingatan kolektif masyarakat. “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya. Kegiatan ini bukan semata membersihkan lokasi, tetapi juga bentuk penghormatan kepada para pendahulu,” ujarnya.
Nanang menambahkan, semangat menjaga situs budaya selaras dengan ajaran Bung Karno, yang memandang sejarah sebagai fondasi penting kehidupan berbangsa. “Merawat punden dan situs leluhur bukan berarti hidup di masa lalu. Justru dengan memahami akar sejarah dan budaya, kita memiliki pijakan yang kuat untuk melangkah ke masa depan,” tegasnya.
Dengan Gerakan Merawat Pertiwi, PDI Perjuangan Magetan berupaya menghidupkan kembali budaya gotong royong dan menumbuhkan kesadaran bahwa warisan budaya desa adalah aset yang harus dijaga bersama sebagai penghubung antargenerasi.





