Kepemimpinan dan Masa Depan NU Jadi Bahasan Konferensi Besar 2026 di Indonesia

Jakarta, Maret.id — Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) 2026 berlangsung di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri. Pertemuan ini membahas isu-isu strategis yang berkaitan dengan kepemimpinan serta masa depan organisasi.
Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Afifuddin Muhadjir menekankan perlunya prinsip-prinsip yang bersifat tetap dan adaptif bagi organisasi. Ia menjelaskan bahwa NU memiliki nilai-nilai dasar yang tidak dapat diubah meskipun terjadi perkembangan zaman.
“Hal-hal yang harga mati sudah barang tentu tidak bisa berubah karena perubahan situasi dan kondisi,” kata KH Afifuddin Muhadjir. Ia juga menambahkan bahwa mekanisme pemilihan pemimpin harus tetap berlandaskan musyawarah.
“Dalam hal sekecil apa pun Nabi diperintahkan untuk musyawarah. Apalagi dalam persoalan besar seperti pemilihan pemimpin,” ucapnya.
Ketua PBNU KH Anwar Iskandar menyatakan bahwa Munas dan Konbes ini merupakan forum penting untuk merumuskan sikap NU atas berbagai tantangan bangsa. Keputusan yang dihasilkan harus mencerminkan kepedulian NU terhadap masa depan umat dan negara.
“Oleh karena itu, Munas dan Konbes harus melahirkan sebuah keputusan yang menampakkan kepedulian NU terhadap masa depan,” kata KH Anwar Iskandar.
Ia menyoroti pentingnya penguatan lembaga filantropi NU dan pemanfaatan teknologi digital untuk dakwah. “Kita tidak bisa mengingkari, lepas dari kehidupan digital ini,” ucapnya, menekankan pengaruh teknologi terhadap masyarakat.
KH Anwar juga mengingatkan bahwa generasi muda di era digital akan memainkan peran penting bagi masa depan agama dan bangsa. NU perlu mempersiapkan strategi untuk mendukung penguatan ideologi dan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah.
Dia menilai bahwa sumber daya manusia NU yang tersebar di berbagai bidang harus dikoordinasikan dengan lebih baik. Potensi ini mencakup profesional, akademisi, pengusaha, tenaga kesehatan, dan ahli teknologi informasi.
“Konsolidasi potensi warga NU dapat memberikan kontribusi lebih besar dalam berbagai sektor pembangunan,” ujarnya. Dengan demikian, Munas dan Konbes diharapkan dapat menghasilkan rumusan yang mampu memperkuat peran NU dalam menghadapi tantangan masa depan.



