Wamwenkomdigi Mengungkap Bahwa AI Hasilkan Konten Manipulatif dan Dampaknya terhadap Masyarakat

Jakarta, Maret.id — Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan bahwa kecerdasan buatan (AI) telah berkembang dengan pesat. Ia menyatakan bahwa kemajuan ini tidak hanya memberikan kemudahan, tetapi juga meningkatkan ancaman kejahatan digital.
Nezar menjelaskan bahwa perkembangan AI membuat kejahatan digital semakin kompleks. “Dengan memanfaatkan AI, konten palsu dapat dihasilkan dan sulit dibedakan,” kata Nezar.
Ia mengungkapkan contoh penyalahgunaan teknologi AI melalui sistem deepfake. “Gambar dan suara kita bisa ditiru, sehingga video deepfake sulit dibuktikan keasliannya,” ucapnya.
Wamenkomdigi mencatat bahwa kemajuan AI kini telah melampaui generative AI ke arah agentic AI dan berbagai teknologi baru lainnya. Hal ini membawa manfaat di berbagai sektor tetapi juga menciptakan risiko-risiko baru yang perlu diperhatikan.
Nezar menegaskan bahwa hasil manipulasi berbasis AI kini telah membentuk apa yang disebut sebagai “realitas sintetik”. “Masyarakat awam semakin sulit membedakan antara konten asli dan hasil rekayasa,” ujar Nezar.
Ia juga menyoroti bahwa kurangnya pemahaman publik tentang perkembangan AI membuat banyak orang tertipu. “Itu sebabnya scam saat ini luar biasa,” ucap Nezar.



