Puti Tegaskan Musancab Sebagai Ajang Konsolidasi dan Koalisi PDI Perjuangan Bersama Rakyat

Surabaya, Maret.id — Ketua Bidang Pendidikan dan Kebudayaan DPP PDI Perjuangan, Puti Guntur Soekarno, memberikan pernyataan tegas terkait pentingnya Musyawarah Anak Cabang (Musancab) bagi partainya. Puti menegaskan bahwa Musancab bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan juga merupakan wujud konsolidasi nyata antara PDI Perjuangan dan masyarakat. Hal ini diungkapkannya saat membuka Musancab PDI Perjuangan se-Kota Surabaya di Grand Empire Palace pada Minggu, 10 Mei 2026.
Musancab ini dihadiri oleh ribuan kader yang berasal dari berbagai kecamatan di Surabaya. Menurut Puti, ajang ini adalah bagian integral dari proses regenerasi dan penguatan struktur partai di tingkat dasar. Tercatat, kegiatan tersebut tidak hanya fokus pada pengukuhan struktur kepengurusan, melainkan juga bertujuan untuk memperkuat hubungan kerja politik yang langsung dirasakan oleh masyarakat.
Puti menegaskan harapannya agar Musancab tidak hanya berakhir pada tataran struktur organisasi. Ia mendorong para kader untuk berkontribusi melalui kerja-kerja nyata yang dapat dirasakan oleh rakyat, “Dengan Musancab PDI Perjuangan di Kota Surabaya ini, diharapkan akan muncul program-program yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya. Ini mengindikasikan bahwa PDI Perjuangan berupaya untuk menjembatani jarak antara partai dan masyarakat, yang seringkali merasa terputus dari kebijakan-kebijakan nasional.
Pentingnya Regenerasi Kader
Dalam kesempatan tersebut, Puti juga menekankan pentingnya regenerasi kader di tubuh PDI Perjuangan. Ia menggarisbawahi bahwa keterlibatan generasi muda dalam setiap struktur kepengurusan merupakan suatu keharusan, mengingat dinamika politik yang semakin berkembang pesat. “Di Musancab ini ada ketentuan bahwa harus ada proses regenerasi. Anak-anak muda harus masuk di dalam struktur kepengurusan,” ujarnya.
Analisa menunjukkan bahwa civil society di Indonesia secara umum semakin mengarah pada partisipasi politik yang lebih inklusif, termasuk di dalamnya suara dan aspirasi generasi muda. Mengingat bahwa, menurut Puti, komposisi pemilih pada Pemilu mendatang akan didominasi oleh generasi muda, PDI Perjuangan dituntut untuk menyesuaikan strategi komunikasi dan kerja politiknya agar lebih relevan dengan kelompok usia tersebut. “Pada saat pemilu nanti, 60 persen pemilih adalah anak-anak muda,” imbuhnya.
Suasana Kekompakan di Musancab
Suasana di dalam arena Musancab pun menunjukkan tingkat kekompakan yang tinggi di antara para kader. Ribuan kader berbondong-bondong memenuhi ruang dengan mengenakan atribut merah damai khas partai berlambang banteng moncong putih. Ini menjadi simbol solidaritas dan semangat kolektif yang ingin ditawarkan oleh PDI Perjuangan menuju pemilu yang akan datang.
PDI Perjuangan jelas memahami bahwa dalam era di mana informasi dan komunikasi berjalan begitu cepat, penting bagi partai untuk beradaptasi. Oleh karena itu, kegiatan seperti Musancab ini menjadi salah satu langkah strategis untuk membangun soliditas internal sekaligus menjalin kedekatan dengan masyarakat.
Dengan adanya Musancab se-Kota Surabaya, diharapkan PDI Perjuangan dapat meneguhkan posisinya sebagai partai yang responsif terhadap perubahan dan kebutuhan rakyat, sekaligus menjaring dukungan dari pemilih muda yang menjadi tulang punggung di masa depan.





