Tangerang Siagakan Posko Bantuan untuk Korban Kebakaran Pabrik

Tangerang, Maret.id — Kebakaran hebat mengguncang pabrik sandal di kawasan Jalan KH Agus Salim, Poris Plawad, Cipondoh, Kota Tangerang. Sudah lebih dari 12 jam api berkobar, dan petugas setempat telah membuka posko pengungsian serta mengimbau warga sekitar untuk menggunakan masker demi melindungi diri dari asap yang pekat.
Pengaruh Asap Terhadap Warga
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia Rahman, menjelaskan bahwa area yang terbakar mengandung berbagai bahan yang berbahaya. “Di dalam pabrik terdapat sandal barang jadi, bahan baku karet, dan sejumlah cairan kimia yang digunakan dalam produksi,” ungkap Andia. Hal ini membuat proses pemadaman berlangsung lebih sulit dan membutuhkan waktu yang lebih lama.
Upaya Tanggap Darurat
Dewi Ratna Wati, Lurah Tanah Tinggi, mengonfirmasi bahwa pihaknya bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Tangerang untuk memberikan dukungan kepada warga. “Kami telah menyediakan posko pengungsian serta memberikan masker kepada warga untuk melindungi mereka dari efek asap,” katanya. Selain itu, Dewi menambahkan bahwa pihaknya sedang melakukan pendataan untuk mengetahui jumlah warga yang terdampak.
BPBD Kota Tangerang menerjunkan 95 personel serta 19 mobil pemadam kebakaran untuk mengatasi situasi tersebut. Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menjelaskan bahwa bahan karet sangat flammable, sehingga membuat pemadaman menjadi lebih menantang. “Kondisi ini membutuhkan lebih banyak waktu dibandingkan dengan kebakaran biasa,” tambahnya.
Langkah-langkah Keamanan
Selama upaya pemadaman, petugas tidak hanya fokus pada pemadaman api, tetapi juga pada pencegahan penyebaran api ke area lain di dalam kompleks pabrik. “Kami melakukan pendinginan dan pengamanan terhadap tangki dan drum yang berisi bahan kimia, dengan tujuan mencegah potensi ledakan,” ujar Mahdiar. Keamanan ini penting mengingat beberapa tangki memiliki kapasitas hingga 20.000 liter.
Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai kerugian yang ditimbulkan atau jumlah korban jiwa akibat kebakaran ini. Mahdiar menegaskan bahwa fokus utama mereka adalah pada upaya pemadaman, dan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
Sebagai respons terhadap situasi ini, imbauan untuk tetap waspada dan selalu menggunakan masker terus disampaikan kepada warga. Dengan upaya bersama, diharapkan kondisi dapat segera normal kembali dan tidak ada lagi dampak negatif lebih lanjut terhadap kesehatan masyarakat.
