IHSG Ditutup Melemah ke Level 6.116, Sebanyak 445 Saham Berakhir Turun pada Perdagangan Hari Ini

Jakarta, Maret.id — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada akhir perdagangan Senin, 22 Juni 2026. IHSG berakhir di level 6.116,69, turun 60,44 poin atau 0,98 persen.
Pelemahan ini terjadi setelah IHSG dibuka menguat di level 6.217,04 dan menyentuh posisi tertinggi di 6.226,71. Mayoritas saham yang diperdagangkan berada di zona merah dengan 445 saham melemah, 221 saham menguat, dan 147 saham stagnan pada penutupan.
Nilai transaksi mencetak angka Rp13,29 triliun, dengan volume perdagangan sekitar 22,26 miliar lembar saham. Frekuensi transaksi melebihi 1,7 juta kali, menunjukkan aktivitas pelaku pasar tetap tinggi meski indeks berakhir melemah.
Menurut Tim Analis Phintraco Sekuritas, pelemahan pasar dipengaruhi oleh sentimen global. Sebagian besar indeks saham di Asia dan Eropa juga ditutup melemah pada akhir pekan lalu.
Investor masih meragukan keberlanjutan kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Keraguan ini muncul setelah Iran menutup Selat Hormuz karena AS dianggap belum memenuhi salah satu klausul perjanjian terkait Lebanon.
Sementara itu, pasukan Israel masih melanjutkan operasi militernya di wilayah tersebut. Pelaku pasar juga mencermati sejumlah data ekonomi dari Amerika Serikat, termasuk indeks harga konsumsi pribadi (PCE), pemesanan barang tahan lama, dan indeks sentimen konsumen.
Tim Phintraco memperkirakan indeks PCE inti Mei 2026 akan naik 0,3 persen secara bulanan. Sebelumnya, The Fed telah merevisi proyeksi inflasi PCE untuk tahun 2026 dan 2027.
Dari dalam negeri, investor menantikan sejumlah data ekonomi yang akan dirilis pekan ini. Salah satunya adalah data jumlah uang beredar yang mencerminkan kondisi likuiditas perekonomian nasional.
Pelaku pasar juga menunggu hasil Annual Market Classification Review dari MSCI. Laporan ini akan menentukan status Indonesia dalam kelompok Emerging Market.
Bursa Efek Indonesia berencana bertemu dengan MSCI untuk mengklarifikasi hasil evaluasi aksesibilitas pasar yang dirilis pekan lalu. Salah satu catatan penting adalah ketersediaan informasi pasar modal dalam bahasa Inggris.



