BNPB Tingkatkan Waspada Penanganan Tanggul Laut Jebol di Pati

Pati, Maret.id — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah memperkuat upaya penanganan darurat setelah terjadinya kerusakan pada tanggul laut akibat banjir rob yang melanda wilayah pesisir Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Tim gabungan di lapangan kini bekerja keras untuk mengatasi situasi ini.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa kejadian air laut yang melimpas ke daratan terjadi pada Sabtu, 20 Juni, sekitar pukul 16.25 WIB di Kecamatan Tayu. “Kenaikan permukaan air laut dan runtuhnya struktur tanggul menimbulkan genangan di pemukiman warga serta area tambak di sekitarnya,” ujarnya saat konfirmasi pada Senin, 22 Juni.
Dampak Banjir Rob
Berdasarkan kaji cepat yang dilakukan, genangan rob saat ini terfokus di Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, yang menyebabkan 127 kepala keluarga terdampak. Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB mencatat bahwa sebanyak 73 rumah terendam, dan sekitar 85 hektare lahan tambak produktif terkena limpasan air laut.
Tak hanya itu, akses jalan desa sepanjang kurang lebih 2,3 kilometer juga mengalami gangguan. Dalam menghadapi situasi ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati telah menyalurkan bantuan logistik darurat dan mengalokasikan anggaran stimulus sebesar Rp60 juta untuk penanganan awal kerusakan tanggul laut.
Upaya Penanganan yang Diperkuat
BNPB tidak tinggal diam dalam menghadapi konsekuensi dari bencana ini. Upaya penanganan diperkuat dengan dukungan material geotekstil yang berasal dari BPBD Provinsi Jawa Tengah. Langkah-langkah yang diambil meliputi perbaikan bagian tanggul yang ambrol, pemasangan karung tanah (sandbag) di titik-titik rawan, serta pemasangan waring sebagai penanda batas area tambak.
Saat ini, BNPB melaporkan bahwa genangan air laut di Desa Tunggulsari mulai berangsung surut. Meski demikian, pemerintah daerah tetap menyiagakan balai desa dan polindes sebagai lokasi evakuasi sementara untuk mengantisipasi potensi pasang susulan di masa yang akan datang.
Kesiapsiagaan Masyarakat
Situasi ini memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana. Diperlukan sinergi antara pemerintah dan warga untuk menghadapi tantangan yang mungkin muncul di masa mendatang. Keberadaan bantuan dan dukungan yang tepat waktu menjadi kunci dalam mengurangi dampak bencana di daerah yang rawan.
Dengan penanganan yang intensif dan penuh perhatian, diharapkan masyarakat dapat segera pulih dari dampak bencana ini dan kembali beraktivitas secara normal. BNPB dan BPBD pun terus memantau perkembangan guna mengambil tindakan nyata yang dibutuhkan.
