Politik

BPK dan Auditor Publik Harus Menggunakan Satu Standar Penghitungan Kerugian Negara untuk Meningkatkan Akuntabilitas Keuangan

Jakarta, Maret.id — Standar penghitungan kerugian negara diharapkan dapat digunakan oleh semua lembaga terkait, termasuk BPK, BPKP, dan auditor publik. Hal ini dimaksudkan untuk menyamakan metodologi dan hasil penghitungan antara berbagai pihak yang melakukan audit.

Pengamat politik Rocky Gerung berpendapat bahwa saat ini belum ada standar profesi yang disepakati untuk penghitungan kerugian negara. Akibatnya, hasil penghitungan dapat bervariasi tergantung pada lembaga yang melakukan audit. “Bidang penghitungan kerugian negara saat ini masih seperti the land with no man — wilayah yang belum benar-benar memiliki standar profesi yang mapan,” kata Rocky dalam diskusi di Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin 22 Juni 2026.

Rocky mendorong asosiasi profesi untuk menyusun standar penghitungan kerugian negara yang dapat diterapkan oleh semua pihak. “Saya berharap asosiasi ini dapat mengambil peran untuk menyusun standar penghitungan kerugian negara yang dapat digunakan oleh siapa pun,” imbuhnya.

Ia menekankan bahwa fokus utama bukanlah siapa yang berwenang menghitung kerugian, tetapi memastikan semua auditor menggunakan metodologi yang seragam. “Yang paling penting adalah membangun standar profesi yang dapat diterima bersama,” tuturnya.

Rocky menjelaskan bahwa standar tersebut harus mencakup metode pemeriksaan yang efisien dan dapat dipertanggungjawabkan. Dalam kasus pengadaan barang di berbagai daerah, auditor tidak perlu memeriksa seluruh objek jika metode sampling yang digunakan sudah memenuhi kaidah ilmiah. “Dengan demikian, proses penghitungan kerugian negara menjadi lebih efisien tanpa mengurangi kualitas hasilnya,” lanjutnya.

Ia juga menekankan pentingnya kompetensi auditor dan perlunya dukungan dari ahli di bidang terkait untuk meningkatkan akurasi penghitungan. “Selama auditor memiliki kompetensi, metodologi yang jelas, dan mengikuti standar yang disepakati, maka hasil penghitungan kerugian negara akan memiliki dasar ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Rocky.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button