Bakar Keranda di Depan Gedung DPR, Demo PMII Berujung Ricuh dan Kerusuhan antara Mahasiswa dan Aparat Keamanan

Jakarta, Maret.id — Kericuhan terjadi di depan Gedung DPR saat sekelompok mahasiswa melakukan aksi protes dengan membakar keranda, banner, dan ban bekas.
Orator dari atas mobil komando mengungkapkan, “Kita bakar keranda ini tanda kita sudah muak dengan pemerintahan saat ini,” ujar seorang juru bicara aksi tersebut. Situasi memanas ketika polisi berusaha memadamkan api, yang memicu saling dorong antara aparat keamanan dan massa.
Sebagai bentuk ketidakpuasan, mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menyampaikan tuntutan dalam aksi bertajuk “Evaluasi Total Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran”.
Terdapat lima pokok maklumat yang diusulkan oleh massa. Pertama, mereka mendesak untuk menegakkan amanat UUD 1945 pasal 33 secara berdaulat. Kedua, mereka menuntut agar kepercayaan publik dikembalikan.
Ketiga, penguatan kemandirian ekonomi nasional menjadi sorotan utama bagi para demonstran. Keempat, mereka mendesak adanya reshuffle dan efisiensi struktur kabinet sesuai dengan kompetensi dan otoritas yang tepat.
Kelima, mereka menyerukan untuk mereset Badan Geologi Nasional (BGN) dan membubarkan Kebijakan Desa Membangun Perkotaan (KDMP), serta memperjuangkan kesejahteraan bagi para guru.





