Lokal

BPBD Cipondoh Temukan Unsur Kelalaian dalam Kebakaran Pabrik Sandal

Tangerang, Maret.id — Kebakaran hebat melanda pabrik sandal PT Murni Karetindo Lestari yang berlokasi di Jalan KH Agus Salim, Cipondoh, Kota Tangerang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyampaikan, dugaan awal penyebab kebakaran adalah unsur kelalaian dalam proses produksi.

Dugaan Kelalaian dalam Proses Produksi

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, mengungkapkan bahwa informasi yang didapat dari beberapa karyawan pabrik menunjukkan bahwa kebakaran bermula dari proses penggilingan bahan baku. Setelah penggilingan, biasanya bahan tersebut ditumpuk sebelum diolah lebih lanjut. “Apabila penumpukan ini tidak dilakukan dengan benar, akan berpotensi menimbulkan kebakaran,” ujarnya.

Proses pemadaman api berlangsung selama 21 jam dan berhasil dipadamkan pada pukul 19.30 WIB, setelah petugas bekerja keras di lokasi. Mahdiar mencatat, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, yang menjadi prioritas utama dalam penanganan kebakaran.

Evakuasi dan Penanganan Warga Sekitar

Selama proses pemadaman, pihak BPBD juga melakukan evakuasi warga yang tinggal dekat lokasi kebakaran. Mereka mengimbau warga menggunakan masker karena kepulan asap yang tebal. Mahdiar menegaskan pentingnya perhatian kepada warga sekitar, terutama mengingat angin dapat mengarahkan asap ke pemukiman mereka.

Pejabat setempat dari Kecamatan Cipondoh, Lurah Dewi Ratna Wati, juga ikut serta dalam penanganan warga. “Kami membuka posko pengungsian dan memberikan masker kepada warga yang terdampak,” ujarnya. Saat ini, pihak kelurahan masih melakukan pendataan untuk mengetahui berapa banyak warga yang terpengaruh oleh insiden ini.

Kendala dalam Pemadaman Kebakaran

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia Rahman, menjelaskan bahwa sulitnya proses pemadaman disebabkan oleh material yang terbakar. “Area yang terbakar berisi sandal jadi, bahan baku padat yang mirip karet, dan berbagai cairan kimia yang digunakan dalam produksi,” katanya.

Andia menambahkan, meskipun beberapa petugas mengalami kelelahan dalam proses pemadaman, tidak ada yang memerlukan perawatan serius. “Kami menerjunkan 95 personel dan 19 mobil pemadam kebakaran untuk menangani situasi ini,” jelasnya.

Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama mengenai keselamatan pabrik-pabrik lainnya di sekitar. Pihak berwenang diharapkan segera melakukan evaluasi untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang. Kebakaran ini kembali mempertegas pentingnya standar keselamatan yang ketat dalam proses industri, demi melindungi pekerja dan lingkungan sekitar.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button