Politik

Risma Ingatkan Warga Sulteng Jangan Anggap Remeh Gempa Kecil dalam Acara DPD PDI Perjuangan Jawa Timur

Jakarta, Maret.id — Tri Rismaharini, Kepala Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan, mengingatkan warga Sulawesi Tengah untuk tidak mengabaikan gempa kecil.

Dia menegaskan bahwa gempa berskala kecil dapat menjadi tanda aktivitas kegempaan yang lebih besar. Risma menyampaikan peringatan ini saat berkunjung ke Masjid Al Muhajirin di Desa Kamarora A, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, pada Senin (22/6/2026).

Dalam dialognya dengan warga, Risma memberikan edukasi mengenai pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di daerah rawan gempa. “Warga harus lebih waspada terhadap setiap gejala alam yang terjadi. Jangan menggampangkan gempa kecil, karena bisa saja menjadi tanda adanya aktivitas yang lebih besar,” ujar Risma.

Gempa yang terjadi pada 16 Juni 2026 memiliki pusat di darat sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu dengan kedalaman 10 kilometer. Guncangan dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah, termasuk Sigi, Poso, dan Parigi Moutong.

Risma juga menyoroti peran arsitek dan tenaga konstruksi dalam pembangunan hunian yang aman di daerah rawan gempa. Ia menyatakan bahwa keselamatan masyarakat tidak hanya ditentukan oleh kesiapsiagaan saat bencana, tetapi juga oleh kualitas bangunan.

Ia mendorong profesional di bidang konstruksi untuk aktif memberikan edukasi mengenai standar bangunan tahan gempa kepada masyarakat. Menurut Risma, mitigasi bencana perlu dilakukan sejak tahap perencanaan pembangunan untuk meminimalkan risiko kerusakan dan korban jiwa.

Dalam kesempatan tersebut, Risma menceritakan pengalamannya saat berada di Jepang dan merasakan guncangan gempa di negara tersebut. Ia mencontohkan bahwa bangunan di Jepang tetap kokoh meski mengalami guncangan kuat berkat standar konstruksi yang memadai.

“Jepang menunjukkan bahwa mitigasi bencana bukan hanya soal respons saat terjadi gempa, tetapi juga tentang bagaimana membangun sejak awal dengan standar yang tepat,” tegas Risma.

Ia berharap daerah-daerah rawan gempa, termasuk Sulawesi Tengah, terus meningkatkan kualitas pembangunan infrastruktur dan hunian masyarakat dengan menerapkan standar konstruksi yang aman dan berkelanjutan.

Edukasi mengenai mitigasi bencana dan pembangunan yang tangguh menjadi kunci untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button