Fapet UGM Kembangkan Bioteknologi melalui Summer Course ke

Yogyakarta, Maret.id — Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) menggelar Onsite 10th International Summer Course bertajuk The Intersection of Biotechnology and Agriculture: Gene Editing for a Healthier Future pada Senin, 12 Mei 2026 di Gedung ASLC Fapet UGM. Program bersifat hybrid dan diikuti 112 peserta dari 19 negara, menjadi wadah kolaborasi akademik lintas negara dalam pengembangan bioteknologi dan pertanian berkelanjutan.
Partisipasi Internasional dan fokus tema
Program internasional ini mengumpulkan akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara untuk berdiskusi dan berbagi pengetahuan mengenai gene editing serta penerapannya pada sistem produksi pertanian dan peternakan. Menurut Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof. Budi Guntoro, perkembangan pesat teknologi bioteknologi, khususnya gene editing, membuka peluang besar untuk menjawab tantangan global seperti ketahanan pangan, perubahan iklim, serta kesehatan dan kesejahteraan hewan ternak.
Prof. Budi menegaskan bahwa Summer Course ini merupakan bagian dari komitmen UGM untuk mendorong riset unggul yang berdampak secara global dan memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang ilmu peternakan tropis.
Kolaborasi riset dan komitmen jangka panjang
Kegiatan tersebut terselenggara melalui kerja sama dengan Centre for Tropical Livestock Genetics and Health dan The University of Edinburgh, yang menjadi contoh sinergi global dalam pengembangan riset dan pendidikan di bidang peternakan tropis. Prof. Budi menyebut langkah kerja sama ini sebagai pijakan penting untuk memperkuat jaringan penelitian internasional.
Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM, Dr. Danang Sri Harmoko, memberikan apresiasi atas konsistensi Fakultas Peternakan dalam menyelenggarakan program ini selama satu dekade terakhir. Ia menilai keberlanjutan program seperti Summer Course penting untuk memperkuat kapasitas penelitian dan pengembangan inovasi yang relevan bagi tantangan pertanian dan peternakan masa depan.
Dalam dokumentasi kegiatan terlihat peserta aktif mengikuti sesi presentasi dan diskusi, yang diharapkan memperluas kolaborasi penelitian serta penerapan teknologi gene editing yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.





