Ketua BEM FH UBK dan Gibran Bahas Penolakan Makan Malam Setelah Terjadi Pemberian Uang Suap

Jakarta, Maret.id — Sekitar seratus mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) melakukan orasi di kawasan Medan Merdeka Selatan, Jakarta. Aksi ini diwarnai dengan munculnya kasus dugaan suap yang melibatkan Ketua BEM Fakultas Hukum UBK, Muhammad Abdi Maludin.
Abdi diduga menerima sejumlah uang sebelum aksi di Istana Negara pada 15 Juni 2026. Uang suap tersebut berkisar antara Rp2 juta hingga Rp2,5 juta per orang. “Saya terima 20 persen, dan saya bagi ke sejumlah lainnya,” kata Abdi saat disidang di kampus UBK pada Senin, 21 Juni malam.
Usai pertemuannya dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Abdi menyatakan bahwa ia dan rekan-rekannya menolak ajakan makan malam di Istana Negara. “Kami menolak ajakan makan malam,” ucap Abdi. Ia juga menegaskan agar pemerintah mengevaluasi program MBG.
Mahasiswa memberikan tenggat waktu 5×24 jam kepada pemerintah untuk memenuhi permintaan evaluasi tersebut. “Kami beri tenggat waktu 5×24 jam, atau akan ada aksi lanjutan,” tegasnya.
Saat ini, Universitas Bung Karno dan civitas akademika menuntut tindakan tegas terhadap nama-nama yang terlibat dalam kasus suap sebelum aksi di Istana Negara. Dekanat dan rektorat universitas telah mengawasi kasus ini serta mengikuti sidang terbuka terhadap Abdi.





