Nasional

DWP Kemensos Galakkan Kampanye Melawan Bullying

Bekasi, Maret.id — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Sosial menggelar kampanye anti-bullying di SRMA 13 Bekasi pada Senin, 11 Mei 2026. Kegiatan ini menargetkan penguatan karakter dan empati remaja di lingkungan sekolah serta mendorong keberanian siswa untuk menghentikan tindakan perundungan.

Kegiatan dan partisipan

Kampanye yang diikuti 180 siswa itu menampilkan berbagai aktivitas, antara lain penampilan seni, pidato bahasa asing, sosialisasi interaktif, simulasi role play, serta pembacaan deklarasi anti-perundungan. Sesi role play dipandu motivator Ginanjar Maulana untuk membantu siswa memahami posisi korban, pelaku, dan saksi sehingga membangun empati.

Kepala SRMA 13 Bekasi, Lastri Fajarwati, menyatakan sekolah terus berupaya menciptakan lingkungan positif dengan menyediakan 14 kegiatan ekstrakurikuler. “Anak-anak harus berkembang melalui kegiatan yang positif. Lingkungan sekolah juga harus sehat,” ujarnya. Salah satu peserta, siswi bernama Alma, mengatakan simulasi membuatnya lebih peka terhadap dampak bullying dan menyadari lingkungan dapat berperan menghentikannya.

Respons pemerintah dan data kekerasan anak

Wakil Ketua II DWP Kemensos, Evi Agus Zainal, menyampaikan kegiatan ini digelar sebagai respons terhadap maraknya kasus bullying. Ia meminta siswa memahami dampak perundungan dan berani menghentikannya. “Kita ingin anak-anak tidak hanya memahami bahayanya. Mereka juga harus berani menghentikan bullying,” kata Evi.

Acara ini berlangsung di tengah peningkatan kasus kekerasan terhadap anak. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat 4.664 kasus kekerasan anak pada awal 2025. Pemerintah menegaskan sekolah harus menjadi ruang aman bagi anak-anak dan menumbuhkan budaya saling menghargai.

Penasihat DWP Kemensos, Fatma Saifullah Yusuf, mendorong siswa menjadi pelopor perubahan dengan menolak perundungan dan tidak menjadi penonton saat bullying terjadi. “Kita harus menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Semua siswa harus saling mengasihi,” kata Fatma.

Selain kampanye, kegiatan tersebut juga mengakomodasi kegiatan sosial berupa penyaluran bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial; lima penerima manfaat menerima bantuan kursi roda. Penyelenggara berharap langkah-langkah edukatif dan dukungan sosial tersebut dapat memperkuat upaya pencegahan perundungan di sekolah.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button