Kemenperin Dorong Industri Berpartisipasi Aktif dalam Sensus Ekonomi 2026 untuk Meningkatkan Data dan Informasi Ekonomi Nasional

Jakarta, Maret.id — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengajak pelaku industri untuk berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Partisipasi ini dianggap penting untuk memperkuat kualitas data sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan industri.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan pentingnya data industri yang akurat. “Data industri yang berkualitas menjadi landasan utama dalam penyusunan kebijakan dan program pembinaan industri,” ucap Agus.
Ia menambahkan bahwa sector manufaktur merupakan kontributor utama bagi perekonomian nasional. Karena itu, penyediaan data industri yang kredibel harus terus diperkuat.
Kemenperin telah mengembangkan Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) sebagai platform utama untuk pelaporan data industri. Melalui sistem ini, pemerintah dapat memperoleh gambaran yang lebih komprehensif dan terkini mengenai sektor industri.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh perusahaan industri dan perusahaan kawasan industri yang secara konsisten menyampaikan data melalui SIINas,” ujar Agus.
Ia menjelaskan bahwa kewajiban penyampaian data industri diatur dalam berbagai regulasi, meliputi undang-undang dan peraturan pemerintah. Agus menilai bahwa pelaporan bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif, tetapi juga sebagai kontribusi dunia usaha bagi pembangunan industri nasional.
“Data yang disampaikan melalui SIINas menjadi rujukan penting dalam berbagai layanan, fasilitas, dan program strategis Kementerian Perindustrian,” kata Agus.
Kemenperin mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai agenda strategis nasional. Hasil dari sensus ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi yang komprehensif untuk pengembangan sektor industri dan dunia usaha di Indonesia.
Melalui Surat Edaran Menteri Perindustrian Nomor 3 Tahun 2026, Kemenperin mengimbau agar perusahaan mengisi kuesioner sensus dengan lengkap dan sesuai kondisi yang sebenarnya. Asosiasi industri dan kawasan industri diminta berperan aktif dalam sosialisasi sensus ini untuk meningkatkan partisipasi dunia usaha.
“Suksesnya Sensus Ekonomi 2026 membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” ucap Agus. Sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dinilai akan memperkuat kualitas data nasional.
“Melalui data yang kuat, kita dapat mempercepat transformasi industri nasional dan meningkatkan produktivitas,” ujar Agus.



