Rijanto: Pramuka Perlu Ciptakan Generasi Tangguh dan Berakhlak Mulia

BLITAR, Maret.id — Bupati Blitar, Rijanto, menggarisbawahi pentingnya Gerakan Pramuka sebagai wadah pembinaan generasi muda yang tidak hanya tangguh dan disiplin tetapi juga memiliki akhlak yang mulia. Penegasan ini disampaikan Rijanto setelah dilantik sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kabupaten Blitar untuk masa bakti 2025-2030, dalam acara yang berlangsung di Ruang Rapat Candi Penataran Kantor Bupati Blitar pada Senin, 11 Mei 2026.
Rijanto menyatakan, “Gerakan Pramuka bukan sekadar organisasi pendidikan nonformal, melainkan juga sebagai media untuk membentuk karakter dan kepemimpinan generasi muda.” Dengan pernyataan tersebut, ia menekankan bahwa tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut peran aktif Gerakan Pramuka dalam mencetak generasi unggul yang siap menghadapi berbagai dinamika di masyarakat.
Pembangunan Sumber Daya Manusia
Dalam agenda pelantikan tersebut, Khusna Lindarti juga dilantik sebagai Ketua Kwartir Cabang (Ka Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Blitar untuk pengganti antar waktu masa bakti 2023-2027. Prosesi pelantikan dipimpin oleh Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur, M. Arum Sabil. Kehadiran berbagai unsur Forkopimda, pengurus Pramuka, serta kepala perangkat daerah menandai komitmen bersama terhadap pengembangan Gerakan Pramuka di wilayah ini.
Rijanto menggarisbawahi bahwa pembangunan daerah tidak hanya mendasar pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia. Ia menilai, karakter dan kompetensi generasi muda menjadi pilar penting yang akan menentukan masa depan Kabupaten Blitar. “Saya berharap, kepengurusan yang baru mampu membawa Gerakan Pramuka Kabupaten Blitar semakin maju, solid, dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan daerah,” tambahnya.
Kolaborasi untuk Generasi Emas
Lebih lanjut, Bupati yang berasal dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini menekankan pentingnya membangun generasi muda yang memiliki semangat kebangsaan, kepedulian sosial, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan global. Ia berpendapat, peran serta organisasi Pramuka dalam pembinaan generasi muda tidak dapat berdiri sendiri, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, keluarga, dan masyarakat luas.
“Kolaborasi ini diharapkan dapat memposisikan Gerakan Pramuka sebagai motor penggerak yang menghasilkan generasi muda yang berdaya, siap berkontribusi, dan memajukan Kabupaten Blitar,” ujarnya. Komitmen ini diharapkan mampu mendorong para pemangku kepentingan untuk bersinergi dalam mendukung kegiatan Pramuka yang lebih inovatif dan adaptif terhadap tantangan.
Pentingnya Eksistensi Gerakan Pramuka
M. Arum Sabil dalam kesempatan tersebut juga mengingatkan pentingnya memperkuat eksistensi Gerakan Pramuka di tengah masyarakat. Menurutnya, keterlibatan unsur Forkopimda dalam Mabicab adalah sebuah amanat dari Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka yang seharusnya dijalankan dengan baik. “Gerakan Pramuka perlu dikuatkan, karena memiliki peran besar dalam membangun karakter, kedisiplinan, dan jiwa kepemimpinan di kalangan generasi muda,” tegas Sabil.
Pelantikan kepengurusan baru Gerakan Pramuka Kabupaten Blitar kali ini diharapkan tidak hanya menjadi momen seremonial, tetapi juga sebagai langkah awal konsolidasi organisasi yang lebih adaptif. Dengan demikian, program kepramukaan dapat lebih relevan dan memberikan dampak konkrit bagi masyarakat setempat. Keberadaan Pramuka di daerah ini diharapkan mampu menjadi sarana penting dalam membentuk watak dan karakter pemuda, serta menyiapkan mereka untuk terjun ke berbagai aspek kehidupan di era modern ini, serta mempersiapkan mereka menghadapi tantangan global yang kompleks.





