Politik

Prabowo Ungkap Negara Hemat Triliunan Rupiah setelah Tutup 240 Perusahaan BUMN untuk Efisiensi Anggaran

Jakarta, Maret.id — Prabowo Subianto, Presiden Indonesia, menyampaikan pernyataan penting mengenai perusahaan-perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saat menghadiri penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2026 di Bangkalan, Jawa Timur, pada Selasa, 23 Juni 2026.

Dia mengungkapkan bahwa setelah menjabat sebagai presiden, ia baru mengetahui jumlah perusahaan BUMN yang mencapai lebih dari 1.000 entitas. “Saya kira perusahaan BUMN itu jumlahnya 300. Waktu saya jadi presiden baru saya tahu. Jumlahnya 1.000 lebih,” ujar Prabowo.

Prabowo kemudian menjelaskan bahwa pemerintah telah melakukan langkah efisiensi dengan menutup sekitar 240 perusahaan BUMN yang terus merugi. Dia memproyeksikan bahwa jumlah tersebut akan meningkat, dengan target menutup hingga 800 perusahaan BUMN di masa depan. “Sudah 240 yang kita tutup. Nggak ada yang untung, rugi terus,” imbuhnya.

Menurut Prabowo, langkah ini merupakan keputusan yang tepat, mengingat negara tidak lagi perlu mengeluarkan anggaran untuk membayar gaji atau bonus kepada direksi dan komisaris BUMN yang merugi. “Anda bisa bayangkan yang sudah kita tutup 240,” tuturnya, menjelaskan potensi penghematan dari penutupan perusahaan-perusahaan tersebut.

Dia mencatat bahwa jika dilihat dari gaji direksi dan komisaris, jumlah penghematan bisa mencapai triliunan rupiah. “Sudah rugi, minta bonus lagi,” tegas Prabowo, menyoroti bahwa penutupan tersebut diharapkan dapat menutup celah pemborosan yang terjadi di lingkungan BUMN. “Dan itu caranya para direksi itu nutupi korupsi mereka,” tambahnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button