Nasional

Mendukbangga Kepala BKKBN Menyatakan Prevalensi Stunting 2024 Sebesar 19,8 Persen

Jakarta, Maret.id — Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) Wihaji melaporkan prevalensi stunting di Indonesia pada tahun 2024 mencapai 19,8 persen. Angka ini disampaikan dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI.

“Perlu saya laporkan terakhir untuk 2024 adalah 19,8 persen. Target 2025 sebesar 18,8 persen dan sampai tahun 2029 targetnya 14,2 persen,” ucap Wihaji.

Mendukbangga mencatat, terdapat 41,4 juta keluarga pasangan usia subur berdasarkan pendataan keluarga tahun 2025. Dari jumlah tersebut, 8,1 juta keluarga teridentifikasi sebagai keluarga berisiko stunting (KRS).

“Dari 41,4 juta, teridentifikasi 8,1 juta KRS. Dari 8,1 juta KRS, ada 1.052.947 KRS Desil 1,” ujar Wihaji.

Ia menjelaskan bahwa faktor risiko masih ditemukan pada keluarga berisiko stunting, termasuk akses sanitasi dan air minum yang layak. “Dari data 8,1 juta tersebut, 2,9 juta tidak memiliki jamban yang layak. Sebanyak 1,7 juta tidak memiliki air minum utama yang layak,” kata Wihaji.

Di samping itu, terdapat 4,3 juta pasangan usia subur kategori 4T yang tidak menggunakan metode kontrasepsi modern. Kategori ini meliputi pasangan dengan risiko terlalu muda, terlalu tua, terlalu banyak anak, dan terlalu dekat jarak kelahiran.

Untuk mempercepat penurunan stunting, Kemendukbangga melaksanakan Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. “Capaian Genting tahun 2025 alhamdulillah sudah tercapai 1,6 juta dari target 1 juta,” ucap Wihaji.

Kemendukbangga juga mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD. Dukungan dilakukan melalui Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam mendistribusikan bantuan dan edukasi gizi.

“Saat ini terdapat 200.276 tim TPK dengan total 599.918 anggota, terdiri dari kader KB, kader PKK, dan bidan,” kata Wihaji.

Berdasarkan data Badan Gizi Nasional per 3 Juni 2026, sebanyak 22.672 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi telah melayani sasaran MBG 3B. “Yang sudah melayani 3B masih 75 persen atau 22.672 unit,” ucap Wihaji.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button