DPR Minta Pengembangan Program Pendidikan Tetap Perhatikan Kebutuhan Daerah 3T untuk Meningkatkan Akses dan Kualitas Pendidikan di Wilayah Tertinggal

Jakarta, Maret.id — Anggota Komisi X DPR RI, Anita Jacoba Gah, meminta pemerintah untuk lebih memperhatikan pendidikan di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terpencil). Ia menyatakan bahwa masih banyak persoalan dalam pendidikan dasar yang perlu diselesaikan.
Anita mengapresiasi inisiatif pemerintah seperti Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda. Program-program ini dinilai memberikan kesempatan lebih bagi siswa berprestasi.
Namun, ia berharap pengembangan program baru diimbangi dengan peningkatan kualitas sekolah-sekolah reguler, terutama di kawasan yang tertinggal. “Banyak sekolah reguler yang belum mendapatkan perhatian dari pemerintah. Masih banyak sekolah yang rusak dan kekurangan guru,” ucap Anita.
Ia menambahkan bahwa program Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat mendapatkan respons positif dari masyarakat. Oleh karena itu, pelaksanaannya harus direncanakan dengan cermat.
Anita menekankan perlunya mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi setiap daerah. Hal ini penting agar semua program dapat berjalan dengan optimal.
“Kami khawatir fokus hanya pada sekolah-sekolah tertentu, sementara masalah di daerah 3T tetap ada,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pemilihan lokasi dalam pembangunan sekolah baru. Langkah ini diperlukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem pendidikan di daerah.
Keberadaan sekolah baru harus memperhatikan kondisi sekolah yang sudah ada. “Tidak mungkin sekolah Rakyat dibangun hanya 100 meter dari sekolah reguler, karena ini menimbulkan keresahan di masyarakat, terutama di daerah 3T,” jelasnya.
Anita menegaskan perlunya akurasi data untuk melaksanakan program pemerintah. Data yang tepat merupakan kunci keberhasilan dalam kebijakan yang ditetapkan.
Ia berharap evaluasi dan pembaruan data dilakukan secara berkala. “Kita harus pastikan program ini tepat sasaran dan tidak tumpang tindih,” katanya.



