Netflix, APROFI dan BPI Rilis Cerita Anak Nusantara Kece!

Jakarta, Maret.id — Netflix bersama Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI) dan Badan Perfilman Indonesia (BPI) meluncurkan program “Cerita Anak Nusantara” untuk menjaring ide cerita film panjang bertema anak, remaja, dan keluarga Indonesia.
Program yang didukung Netflix Fund for Creative Equity ini bertujuan menemukan cerita-cerita autentik yang dekat dengan kehidupan keluarga Indonesia sekaligus menjadi wadah pengembangan bagi sineas muda Tanah Air.
Format dan Tahapan Program
Sebanyak 10 finalis terpilih akan mengikuti rangkaian lokakarya dan sesi pendampingan yang dipandu oleh sineas berpengalaman.
Dalam tahap pengembangan tersebut peserta dibimbing mengubah ide menjadi treatment dan skenario yang lebih matang untuk mencapai standar produksi film panjang.
Pendaftaran program terbuka bagi sineas Indonesia yang ingin mengembangkan cerita fiksi orisinal untuk film panjang dan akan berlangsung hingga 1 Juli 2026.
Program memprioritaskan sutradara pemula atau mereka yang baru menyutradarai maksimal satu film panjang.
Fokus Konten dan Kriteria Peserta
Kategori usia yang ditetapkan meliputi Semua Umur (SU), 7+, dan 13+, dengan tema yang dapat mencakup keluarga, persahabatan, petualangan, drama remaja, komedi, hingga fiksi ilmiah.
Karakter utama harus anak-anak dan/atau keluarga Indonesia dengan latar cerita yang berlokasi di Indonesia untuk menjaga otentisitas dan keterkaitan budaya.
Program ini membuka ruang bagi cerita yang berangkat dari pengalaman nyata keluarga Indonesia dan mendorong representasi lokal yang kuat.
Penyelenggara menekankan pentingnya perspektif anak dan dinamika keluarga dalam setiap pengajuan naskah.
Dukungan Industri dan Tujuan Jangka Panjang
Ruben Hattari, Director of Global Affairs, Netflix Southeast Asia, menyatakan bahwa kebutuhan akan tontonan keluarga di wilayah ini terus meningkat dan menawarkan peluang pengembangan cerita yang ramah keluarga.
Ia menyebutkan bahwa tayangan berkualitas tidak hanya menghibur tetapi juga memperkaya pengalaman anak dan memicu percakapan bermakna di lingkungan keluarga.
Peluncuran program juga dilatarbelakangi oleh tren meningkatnya minat masyarakat terhadap film keluarga di Indonesia, salah satunya keberhasilan film animasi “Jumbo” karya Ryan Adriandhy yang menembus lebih dari 10 juta penonton di bioskop nasional.
Kondisi pasar seperti ini dianggap memberi sinyal kuat bahwa karya anak dan keluarga memiliki potensi audiens yang luas.
Ketua Umum APROFI, Edwin Nazir, menyatakan bahwa film anak dan keluarga memainkan peran penting dalam membentuk cara pandang generasi mendatang.
Menurutnya, sineas Indonesia memiliki kapasitas untuk menghadirkan cerita yang relevan dan autentik bagi penonton keluarga.
Ketua Umum BPI, Fauzan Zidni, menyebut Cerita Anak Nusantara sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi industri film anak dan keluarga Indonesia.
Ia berharap program ini dapat melahirkan lebih banyak karya yang lahir dari pengalaman nyata keluarga Indonesia dan memperkuat ekosistem produksi lokal.
Penyelenggara menilai pendampingan intensif dan lokakarya sebagai kunci peningkatan kualitas naskah dan kesiapan produksi.
Bimbingan ini diharapkan menumbuhkan kapasitas kreatif dan teknis bagi sineas muda agar dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Selain pengembangan naskah, program juga membuka peluang jejaring dengan produser, distributor, dan calon mitra produksi yang relevan.
Kontak industri semacam ini dianggap penting untuk menjembatani karya dari tahap konsep menuju realisasi layar lebar.
Penyelenggara mengajak komunitas film, sekolah film, serta calon pembuat film untuk memanfaatkan kesempatan ini sebagai batu loncatan karier.
Dengan dukungan lembaga dan platform streaming, harapannya adalah semakin banyak film anak dan keluarga berkualitas yang hadir dari ranah lokal.
Penutupan pendaftaran pada 1 Juli 2026 menjadi batas waktu bagi para pendaftar untuk menyusun materi yang lengkap, termasuk sinopsis dan outline treatment.
Seleksi akan dilakukan oleh panel yang melibatkan tokoh perfilman nasional dan perwakilan pihak penyelenggara.
Program Cerita Anak Nusantara menjadi inisiatif kolektif yang memadukan sumber daya privat dan institusi perfilman publik untuk memperkaya konten anak dan keluarga.
Jika berhasil, program ini berpotensi menambah ragam pilihan tontonan yang aman dan bernilai edukatif bagi keluarga Indonesia.