Olahraga

Erick Thohir Tekankan PON Sebagai Fondasi Prestasi Indonesia di Asian Games dan Olimpiade

Jakarta, Maret.id — Dalam rangka mempersiapkan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB), rapat koordinasi dilakukan oleh sejumlah pemerintah di Jakarta.

Pertemuan tersebut berlangsung di Lobby Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pada Selasa, 23 Juni 2026, dihadiri oleh Kemenpora, pemerintah daerah, serta Komisi X DPR RI. Namun, perwakilan dari Komite Olimpiade Nasional Indonesia (KONI) tidak terlihat dalam rapat tersebut.

KONI sebelumnya mengungkapkan bahwa sebanyak 67 cabang olahraga akan dipertandingkan dalam PON mendatang. Hal ini disampaikan dalam Rapat Kerja Nasional dan Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa yang berlangsung di Jakarta pada 22 Mei lalu.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, mengungkapkan bahwa 21 cabang olahraga prioritas yang ditetapkan dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) harus dipertandingkan di PON XXII 2028. “Tolong dipastikan cabang-cabang olahraga unggulan Indonesia yang sesuai dengan DBON terbaru untuk 21 cabor wajib dipertandingkan,” tegas Erick.

Cabang olahraga unggulan dalam Olimpiade DBON mencakup atletik, senam, akuatik, bulu tangkis, angkat besi, panjat tebing, panahan, sepak bola, menembak, judo, tinju, taekwondo, balap sepeda, voli pantai (2×2), dan bola basket (3×3). Selain itu, cabang dayung, tenis anggar, gulat, equestrian, serta pencak silat sebagai olahraga milik bangsa juga menjadi fokus.

Kementerian Pemuda dan Olahraga saat ini tengah melakukan pemetaan ulang terhadap prestasi olahraga Indonesia menjelang ajang multi-cabang seperti SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade.

Persiapan atlet untuk meraih prestasi di berbagai event internasional harus selaras dengan agenda PON di level nasional. Erick menegaskan pentingnya pertemuan dengan KONI untuk menyesuaikan cabang olahraga yang akan dipertandingkan di PON 2028 dengan prioritas pada cabang DBON.

Sebagai sebuah apresiasi terhadap upaya yang dilakukan, komentator sepak bola lokal, Dimas Purnama, mengatakan, “Dukungan pemerintah sangat penting untuk mempersiapkan atlet-atlet kita menghadapi kompetisi internasional.” Ujar Dimas, yang juga merupakan penggemar olahraga Indonesia.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button