Nasional

Ganja Impor dari AS Gagal Mendarat di Bali, Bea Cukai Menyatakan Mungkin Kualitas Ganja Lokal Kurang Paten

Jakarta, Maret.id — Upaya penyelundupan 10,7 kilogram ganja asal Amerika Serikat dengan tujuan akhir Bali berhasil digagalkan oleh Bea Cukai Soekarno-Hatta. Kerja sama ini melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Polresta Bandara Soekarno-Hatta.

Kepala Kantor Bea Cukai Soetta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, mengungkapkan pernyataan yang mencuri perhatian. Saat menjelaskan kronologi pengungkapan, Hengky bergurau bahwa pelaku diduga lebih memilih ganja impor karena “ganja Aceh kurang paten”.

Candaan tersebut memicu tawa di antara peserta konferensi pers, meskipun situasi tetap serius. “Jadi ini asal dari Amerika, masuk ke Indonesia dan tujuan Bali. Mungkin teman-teman (media) bertanya, kalau ganja bukannya kita punya Aceh gitu ya?” ucap Hengky.

Ia melanjutkan pernyataannya, “Mungkin ganja Aceh kurang paten kali bagi mereka gitu ya, harus ganja yang dari Amerika seperti itu,” kata Hengky disertai gelak tawa dari hadirin.

Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi yang diberikan oleh General Administration of China Customs (Bea Cukai China). “Barangnya lewat kargo, lewat impor barang kargo di Bandara Soekarno-Hatta. Asalnya dari Amerika Serikat. Ini cukup menarik, dengan tujuan akhir Bali,” ujar Hengky, Rabu, 24 Juni 2026.

Menurut Hengky, pengungkapan terkait narkotika dilakukan tidak hanya melalui sinergi dengan instansi di Indonesia, tetapi juga secara internasional. “Kalau bicara terkait dengan narkotika, kita sudah bersinergi dengan internasional, salah satunya kasus ini,” ungkapnya.

Modus penyelundupan ini dimulai dengan mengklaim barang haram tersebut sebagai “luggage” atau koper yang harus disimpan di bagasi pesawat. Namun, petugas tidak langsung percaya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button