Pembangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Ditargetkan Selesai Dalam Beberapa Bulan

Sidoarjo, Maret.id — Progres pembangunan kembali Pondok Pesantren Al Khoziny di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, telah mencapai lebih dari 50 persen. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menargetkan bahwa proyek ini akan selesai dalam beberapa bulan mendatang.
Target Pembangunan dalam Waktu Dekat
Saat meninjau lokasi pembangunan pada Rabu, 24 Juni 2026, Agus menyatakan, “Saat ini progres pembangunan sudah lebih dari 50 persen. Kami optimis, dalam beberapa bulan ke depan, ini bisa dituntaskan.” Pembangunan kembali ini menjadi perhatian khusus setelah terjadinya tragedi ambruknya gedung musala di pesantren tersebut pada 29 September 2025, yang mengakibatkan 67 santri kehilangan nyawa.
Fasilitas Modern untuk Pendidikan
Pengembangan ini tidak hanya fokus pada satu bangunan, melainkan dirancang dengan tiga fasilitas utama. Pertama, asrama santri yang mampu menampung antara 830 hingga 850 orang. Kedua, masjid berkapasitas 1.200 jemaah yang terdiri dari empat lantai. Ketiga, gedung pendidikan dengan sembilan ruang kelas.
Agus menekankan bahwa seluruh bangunan dirancang untuk saling terhubung dan mematuhi standar keselamatan yang ketat. Kementerian Pekerjaan Umum berkolaborasi dengan kontraktor pelaksana dan konsultan teknis untuk memastikan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam proyek ini.
Lingkungan Belajar yang Lebih Sehat
Selain gedung utama, berbagai sarana pendukung juga disiapkan, termasuk fasilitas sanitasi dan penyediaan air bersih. Ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan sehat bagi para santri. Melalui proyek ini, pemerintah berharap dapat mengatasi keluhan tentang kondisi fasilitas pendidikan yang sebelumnya tidak memadai.
AHY, sapaan akrab Agus Harimurti Yudhoyono, berpendapat bahwa pembangunan kembali pesantren tersebut sangat penting untuk memperkuat proses pendidikan dan pembinaan akhlak. Ia percaya bahwa proyek ini akan melahirkan generasi muda yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.
Anggaran yang Diberikan Pemerintah
Pemerintah Indonesia telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp122 miliar untuk pembangunan kembali Pondok Pesantren Al Khoziny. Selain itu, pemerintah juga menggelontorkan sekitar Rp4 triliun untuk renovasi 1.400 madrasah di berbagai daerah di Indonesia. Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Tanah Air.
Agus menambahkan, “Pembangunan ini diharapkan tidak hanya menghadirkan fasilitas yang lebih baik, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh santri dalam menjalani proses pendidikan.” Dengan langkah ini, diharapkan pendidikan di pesantren dapat terus berkembang dan berkontribusi positif bagi masyarakat.
