4 SMA Unggul Garuda Baru Siap Beroperasi Juli Ini dengan 307 Siswa

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Indonesia sedang membangun SMA Unggul Garuda Baru di empat lokasi untuk mempersiapkan generasi muda unggul di bidang sains dan teknologi. Lokasi pembangunan terletak di Belitung Timur, Timor Tengah Selatan, Konawe Selatan, dan Bulungan.
Proyek ini telah menunjukkan perkembangan yang signifikan, bahkan melampaui target yang ditetapkan. “Saat ini, pemerintah tengah membangun empat Sekolah Unggul Garuda Baru yang berlokasi di wilayah yang minim akses pendidikan unggul,” kata Kurnia Ramadhana, Plt. Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI.
Sampai 21 Juni 2026, semua lokasi pembangunan menunjukkan progres yang sangat baik, di atas target yang telah ditetapkan. Selain pembangunan fisik, pemerintah juga berfokus pada persiapan operasional sekolah dengan melakukan rekrutmen untuk kepala sekolah dan tenaga kependidikan.
Berdasarkan data dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, sebanyak 12 pimpinan telah direkrut, terdiri dari 3 kepala sekolah, 1 pelaksana tugas kepala sekolah, dan 8 wakil kepala sekolah. Di sisi tenaga pendidik, terdapat 42 guru ASN dan PPPK yang telah direkrut, serta 11 guru pendidikan agama yang sedang dalam proses pengajuan mutasi.
Untuk memenuhi kebutuhan tenaga kependidikan lainnya, akan dilakukan penugasan dari perguruan tinggi serta pemerintah daerah. Pemerintah juga berencana untuk merekrut sekitar 459 CPNS guru dan tenaga kependidikan guna mendukung operasional sekolah.
Kurnia mengungkapkan bahwa SMA Unggul Garuda Baru direncanakan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027 pada bulan Juli ini. “Jika dilihat dari progres pembangunan fisik serta rekrutmen, keempat SMA Garuda Unggul Baru akan siap menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar,” ujarnya.
Rekrutmen peserta didik baru telah dibuka pada 5 Februari 2026. Proses seleksi mempertimbangkan tiga komponen: akademik (50 persen), latar belakang ekonomi (30 persen), dan asal geografis (20 persen). Kurnia menyatakan bahwa antusiasme masyarakat terhadap program ini sangat tinggi, dengan total 3.935 peserta didik dari berbagai daerah yang telah mendaftar untuk seleksi tahap pertama.





