Pemkot Tegal Imbau UMKM Siaga Hadapi Pemadaman Listrik Bergilir

Bekasi, Maret.id — Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Kabupaten Bekasi kini menjadi sorotan utama, terutama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dampak pemadaman ini dirasakan secara langsung oleh banyak pengusaha lokal yang sangat bergantung pada kelistrikan untuk proses produksi sehari-hari.
Dampak Pada Produksi UMKM
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bekasi, Hasan Basri, menyoroti bahwa pemadaman listrik ini menyebabkan kelancaran produksi UMKM terganggu. Usaha yang mengandalkan peralatan berbasis listrik, seperti kedai kopi dan usaha kuliner, sangat merasakan dampaknya. Banyak di antara mereka yang terpaksa menghentikan sementara kegiatan produksinya untuk memenuhi permintaan konsumen.
“Situasi ini jelas merugikan para pelaku usaha, dan kita di Pemkab Bekasi tidak dapat banyak membantu karena kewenangan mengenai pasokan listrik ada di tangan PLN,” ujar Hasan dalam pernyataannya. Ia menambahkan bahwa Pemkab berusaha untuk menjalin komunikasi dan koordinasi dengan pihak PLN untuk meminimalisir dampak buruk ini.
Upaya Pemerintah Daerah
Meskipun mengalami keterbatasan, Pemkab Bekasi tetap menunjukkan komitmen dalam mendukung pertumbuhan UMKM. Berbagai program pembinaan dan perluasan akses pasar telah direncanakan untuk mendorong pengembangan UMKM di wilayah tersebut. Hasan menegaskan bahwa fokus utama pemerintah adalah memastikan para pelaku UMKM dapat terus berkembang dan meningkatkan kapasitas usaha mereka.
Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat menunjukkan bahwa Kabupaten Bekasi memiliki sekitar 23.795 unit UMKM. Sementara itu, Kota Bekasi juga tidak kalah dengan 15.156 unit UMKM. Dengan jumlah ini, Bekasi menjadi salah satu daerah dengan potensi pengusaha mikro dan kecil yang signifikan di Jawa Barat.
UMKM Siap Hadapi Tantangan
Meskipun menghadapi banyak tantangan, pelaku UMKM di Kabupaten Bekasi tetap optimis. Mereka berusaha menemukan cara untuk beradaptasi dengan situasi ini, termasuk mencari alternatif sumber energi dan memperbaiki sistem manajemen produksi. Dengan semangat kewirausahaan yang tinggi, diharapkan UMKM Bekasi dapat terus berinovasi dan menciptakan produk berkualitas meskipun dalam kondisi yang sulit.
Tak bisa dipungkiri, pertumbuhan UMKM sangat penting bagi perekonomian lokal. Dengan adanya dukungan dari pemerintah dan upaya dari masing-masing pelaku usaha, diharapkan para UMKM ini dapat bangkit kembali dan berkontribusi lebih besar bagi pembangunan daerah.
