Brasil hancurkan Skotlandia dalam comeback gemilang Neymar

Jakarta, Maret.id — Dalam pertandingan penutup babak penyisihan grup Piala Dunia 2026, timnas Brasil menunjukkan kelasnya dengan meraih kemenangan meyakinkan 3-0 melawan Skotlandia. Pertandingan ini berlangsung dalam suasana meriah, di mana para pendukung Brasil berpesta merayakan dominasi timnya di Stadion.
Kembalinya Neymar da Silva menjadi sorotan utama pertandingan setelah absen lama. “Saya sangat senang bisa kembali dan berkontribusi untuk tim.” kata Neymar, Penyerang Brasil. Dengan kemenangan ini, Brasil memastikan diri sebagai pemuncak klasemen Grup F dengan raihan 7 poin.
Gol-gol Brasil dicetak oleh Vinícius Júnior yang mencetak dua gol pada menit ke-7 dan 45+3, serta Matheus Cunha yang menambah gol ketiga pada menit ke-60. Kemenangan ini menegaskan ambisi Brasil untuk meraih gelar keenam di pentas dunia.
Memasuki babak pertama, Brasil langsung menunjukkan permainan agresif. Vinícius Júnior membuka skor pada menit kelima berkat serangan cepat yang dimulai dari umpan Ryan. Skotlandia berusaha mengimbangi, namun serangan mereka berhasil diredam oleh pertahanan Brasil.
Meskipun Brasil menguasai permainan, Skotlandia memiliki momen-momen berbahaya. Namun, kehandalan barisan pertahanan Brasil tetap terjaga. Menjelang akhir babak, Vinícius menambah keunggulan Brasil menjadi 2-0 dengan sundulan tepat di menit tambahan waktu.
Di babak kedua, Brasil tetap mendominasi. Skuad asuhan pelatih Tite mengatur tempo permainan dengan baik. Setelah hampir mencetak hat-trick, Vinícius menciptakan peluang-peluang berbahaya yang tidak bisa dimanfaatkan.
Matheus Cunha akhirnya mencetak gol ketiga pada menit ke-60. “Kami tahu betapa pentingnya kemenangan ini untuk tim.” ujar Cunha, Penyerang Brasil. Meski terdapat beberapa peluang yang terbuang, Brasil tetap mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir berbunyi.
Kemenangan ini membangkitkan harapan bagi para penggemar Brasil menuju fase berikutnya. “Saya optimis dengan penampilan tim ini. Momen Neymar kembali jadi kunci.” kata Fadli, seorang penggemar sepak bola asal Jakarta.





